Rabu, 11 Juli 2012

# kenangan

Kalimat Terlarang

Suatu ketika ada jargon sebuah iklan obat sakit kepala berupa kalimat "Udah lupa tuh". Dan itu merupakan iklan yang cukup sering ditayangkan di televisi.

Aku yang saat itu masih ABG dan ingin menjadi trend center menirukan jargon tadi. Ajaib semua orang rumah suka dan aku telah dianggap membuat lelucon yang menarik. Tentu saja aku senang apalagi orang-orang sering menyuruhku mengucapkan kalimat itu persis seperti model iklannya. Semua memujiku mirip, persi kata mereka.

Hingga suatu hari, kalimat lelucon itu kugunakan disaat yang tidak tepat sehingga aku tidak dapat lagi mengucapkan kalimat tersebut.

Semua berawal dari bapakku. Orang yang pertama kali tertawa mendengarkan aku mengatakan "Sudah lupa tuh" persis seperti model iklannya. Pulang dari kantor rupanya bapakku sedang mencari sesuatu. Kemudian beliau bertanya padaku dimana barang yang beliau cari. Dengan maksud bercanda dan daripada berkata "Nggak tahu" , yang kata ibu adalah jawaban yang membosankan, maka kujawab "Sudah lupa tuh".

Memang  sih rada aneh dan nggak nyambung jawabanku itu. Tapi itulah terakhir kali aku mengucapkan kalimat tersebut. Karena bapak sedang serius mencari barangnya, marah besarlah beliau padaku.

" Ditanya orang tua malah dijawab kayak gitu. Mulai sekarang jangan gunakan lagi kalimat itu! Gak sopan!"

Aku hanya diam membisu. Mundur teratur menjauhi bapakku dan tidak lagi menggunakan kalimat terlarang itu baik di rumah dan dimanapun juga.

3 komentar:

  1. Waduh, efeknya sampe separah itu. Gak ngomong "sudah lupa, tuh" di mana pun.

    BalasHapus
  2. Wi, matiin word verification-nya dunk... kadang nggak keliatan tulisannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gak berani lagi kamu gak tau gimana marahnya bapakku, hiiiyyyy serem banget...
      hehehe word verificatinnya kan buat ngetes kamu robot atau bukan wkwkwk nanti melayang lagi kayak yang di STIS itu

      Hapus