Jumat, 20 Juli 2012

Tutorial: ketupat Flanel versi 1

09.51 3 Comments
Ramadhan sudah tiba. Saya tiba-tiba jadi ingat makanan khas lebaran yaitu ketupat. Iseng-iseng nih bikin ketupat, tapi tidak bisa dimakan hanya dipakai sebagai hiasan saja karena ini adalah ketupat flanel. Setelah coba-coba ada 3 cara yang saya temukan untuk membuat ketupat ini. Tapi cara ketiga belum saya praktekkan.

Nah kali ini saya akan berikan tutorial untuk cara yang pertamanya.

Alat dan Bahan:
1. Gunting
2. lem UHU
3. Gantungan untuk kunci atau gantungan untuk HP atau magnet bulat kecil
4. Kain Flanel warna hijau tua dan hijau muda
5. Benang dan jarum

Langkah-langkah:
1. Gunting kain flanel warna hijau muda sebesar 6x6 cm sebanyak 2 buah, warna hijau tua sebesar 2x2 cm sebanyak 10 buah untuk membuat gantungan kunci dan gantungan HP, 5 buah untuk membuat magnet hiasan kulkas, warna hijau muda 3x2 sebanyak 2 buah gunting ujungnya seperti pita.
2. Tempelkan flanel hijau muda yang seperti pita di ujung kain flanel hijau muda ukuran 6x6 cm. Ini untuk membuat sisa janur di bagian bawah ketupat. Jahit tepi flanel warna hijau muda dengan tusuk feston. Sisakan sedikit untuk memasukkan dacron. Untuk membuat gantungan kunci atau gantungan HP pasang dulu ya tali kurnya di tempat yang diinginkan di flanel ukuran 6x6 cm
.
3. Jahit sisa flanel yang belum terjahit tadi. sehingga berbentuk seperti gambar di bawah ini
4. Tempelkan flanel warna hijau tua berselang seling diatas flanel hijau muda. Kalau digunakan untuk membuat magnet hiasan kulkas cukup depannya aja yang ditempel flanel hijau tuanya sedangkan sisi belakang ditempeli magnet bulat kecilnya.
Selamat berkarya!!!! ^_^

Kamis, 12 Juli 2012

Kalimat Terlarang

10.52 3 Comments
Suatu ketika ada jargon sebuah iklan obat sakit kepala berupa kalimat "Udah lupa tuh". Dan itu merupakan iklan yang cukup sering ditayangkan di televisi.

Aku yang saat itu masih ABG dan ingin menjadi trend center menirukan jargon tadi. Ajaib semua orang rumah suka dan aku telah dianggap membuat lelucon yang menarik. Tentu saja aku senang apalagi orang-orang sering menyuruhku mengucapkan kalimat itu persis seperti model iklannya. Semua memujiku mirip, persi kata mereka.

Hingga suatu hari, kalimat lelucon itu kugunakan disaat yang tidak tepat sehingga aku tidak dapat lagi mengucapkan kalimat tersebut.

Semua berawal dari bapakku. Orang yang pertama kali tertawa mendengarkan aku mengatakan "Sudah lupa tuh" persis seperti model iklannya. Pulang dari kantor rupanya bapakku sedang mencari sesuatu. Kemudian beliau bertanya padaku dimana barang yang beliau cari. Dengan maksud bercanda dan daripada berkata "Nggak tahu" , yang kata ibu adalah jawaban yang membosankan, maka kujawab "Sudah lupa tuh".

Memang  sih rada aneh dan nggak nyambung jawabanku itu. Tapi itulah terakhir kali aku mengucapkan kalimat tersebut. Karena bapak sedang serius mencari barangnya, marah besarlah beliau padaku.

" Ditanya orang tua malah dijawab kayak gitu. Mulai sekarang jangan gunakan lagi kalimat itu! Gak sopan!"

Aku hanya diam membisu. Mundur teratur menjauhi bapakku dan tidak lagi menggunakan kalimat terlarang itu baik di rumah dan dimanapun juga.