Selasa, 15 Mei 2012

# Obrolan

Lidah Buaya

Hari masih siang ketika kami, aku, suamiku, adik iparku, seorang keponakanku dan seorang teman suamiku, mengantarkan kakak iparku ke bandara. Karena itu kami menyempatkan diri untuk pergi ke mall sebentar, yah sekedar cuci mata, maklumlah rumah kami agak jauh dari ibu kota kurang lebih 1,5 jam perjalanan darat.

Tibalah kami di mall yang dituju. Walaupun pergi bersama ternyata tujuan kami berbeda. Adik Iparku pergi ke toko buku, aku dan suamiku pergi ke supermarket, sedangkan si keponakan dan teman suamiku pergi ke arena bermain anak-anak. Namun kami sudah janjian bakal ketemu di salah satu kafe di lantai 3 mall tersebut.

Hampir satu jam berkeliling akhirnya kami ke kafe yang dituju, kebetulan toko buku dan arena bermain ada di lantai yang sama, maka tidak terlalu susah untuk menemukan rombongan kami. Masing-masing memesan minuman. Suamiku kopi, aku es lidah buaya, si kecil teh kemasan, teman suamiku kopi juga sementara adik iparku masih di dalam toko buku karena sedang puasa (kasihan ya...tapi gpp moga pahalanya banyak).

Rupanya tanpa kusadari si keponakan ini melihat terus ke arahaku.

"Kenapa nak? mau?" tanyaku.

"Nggak" katanya sambil menggeleng, "Itu apa tante?" sambungnya.

"Lidah Buaya" kataku sambil menikmati es lidah buaya yang manis.

"Lidah Buaya???" tanyanya lagi.

" Iya, mau?" tanyaku sambil melihat ke arahnya, entah kenapa aku merasa ekspresi anak ini agak lain dan pertanyaanku ini hanya dijawabnya dengan gelengan.

Kemudian aku melanjutkan makan es lidah buayaku sambil melirik penasaran pada si keponakan. Rupanya dia masih melihat dengan tatapan takut. Tahu kuperhatikan si keponakan ini kembali bertanya.

"Enak tante?"

"Iya enak, mau?" tanyaku menawarkan untuk ketiga kalinya

"Nggak ah" katanya makin jelas ekspresinya dia rupanya ketakutan dan penasaran. " Lidah buayanya dipotong-potong ya tante."

"Iya" jawabku singkat dan waktu menjawab itulah aku baru sadar bahwa si keponakan ini mengira bahwa lidah buaya yang kumakan adalah lidah dari hewan buaya, bukannya lidah buaya tanaman.

Akhirnya aku dan suamiku tertawa.

" Ngeri tantemu makannya lidah buaya" kata suamiku

Oalah anak kecil takut mencicip lidah buaya karena di benaknya buaya adalah hewan buas dan jahat, mungkin dalam pikirannya dia takut kalau makan lidah buaya bisa-bisa nanti dimakan buaya balik hihihi ada aja.......



5 komentar:

  1. salam super sahabat,
    tetap semangat dan sukses selalu ya
    ditunggu kunjungan baliknya :)

    BalasHapus
  2. Kok udah banyak iklan di blogmu, yak?

    Laen kali bikin minuman lidah macan sekalian biar ponakanmu makin horror :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe ngiklan ni mil ceritanya

      yang ada kan tanaman lidah mertua, sayang gak bisa dibikin minuman hehehe

      Hapus
    2. Lidah mertua mah emang nggak bisa dibikin minum. Nyium baunya aja udah nggak tahan, baunya pait.

      Hapus
    3. bau ko pait, aku gak pernah mbauin, tapi katanya bisa menyaring udara loh

      Hapus