Selasa, 29 Mei 2012

# kenangan

Gara-gara Sandal Jepit

Pengalaman ini sebenarnya cukup memalukan andai saja saat itu aku sudah menginjak remaja, tapi berhubung kejadian ini terjadi pada masa kanak-kanak aku hanya berharap mereka sudah lupa pada kejadian ini.

Lho disuruh lupa ko malah mau diceritain?

Eh iya ya...hehehe. Gimana ya...kejadian ini walaupun memalukan tapi kadang buat aku tertawa-tawa sendiri jadi siapa tahu ada yang senyum-senyum sendiri waktu baca cerita ini.

Langsung ke TKP ya....

Begini ceritanya, waktu aku masih belajar di Taman Kanak-Kanak atau yang lebih sering disebut TK aku termasuk anak yang berangkatnya siang. Siang disini maksudnya berangkat standar, bukan berangkat pagi-pagi yang belum ada bu gurunya. Maklumlah guruku di TK kan tanteku sendiri, jadi tiap pagi bapak mengantarku ke rumah tanteku itu barulah aku dibawa tanteku ke TK. Berhubung tanteku guru disitu jadi beliau berangkatnya ya pas murid-murid sudah pada datang. Zaman dulu gitu loh anak-anak sudah berani kemana-mana sendiri hihihi.

Tapi entah kenapa pagi itu bapak tidak membawaku ke rumah tante tapi malah langsung mengantarku ke TK. Aku termasuk tipe anak yang tak banyak tanya dan tak banyak cerita sehingga di motor aku diam saja. Begitu sampai di TK aku terkejut bukan main, sepi sekali. Baru ada dua anak yang bisa dibilang juniorku. Waktu itu aku sudah TK Nol Besar, sedang mereka masik TK Nol Kecil. Pintu gerbang pun masih terkunci, sehingga dua anak itu hanya menunggu di luar pagar.

Dengan penuh percaya diri aku turun dari motor. Ikut berdiri di depan pagar bersama dua juniorku itu. Mereka menatapku dengan aneh, kupikir mereka kagum padaku. Maka untuk menghilangkan rasa ge-er ku itu aku memegang tas gendongku sambil menatap ke tanah dan......

"Astaga!" jeritku, aku belum memakai SEPATU!

Rupanya aku hanya mengenakan sandal jepit merah kecilku. Kulihat bapakku sudah sampai di tikungan ujung. Sudah tak ada jaim lagi aku mengejar bapakku yang naik motor sambil berteriak

"Paaaaakkkkkk tuuuunnnggguuuuuu!!!!!"

Orang-orang sekitar melihatku. Mungkin dipikirnya ada apa-apa tapi aku cuek saja dan terus berlari. syukurlah bapak mendengarku beliau berhenti dan putar balik.

"Kenapa?"

"Lihat aku masih pakai sandal"

Anehnya muka bapak datar saja dan segera menyuruhku naik ke motor. Aku pulang lagi, gagal lagi berangkat pagi hari ini gara-gara sandal jepit.

Ibu dirumah tertawa-tawa mendengar ceritaku. Bapakpun ikut tertawa. Hanya aku yang sebal.

"Makanya kalau mau berangkat sabar dulu, Ibu belum pasang sepatu kamu sudah pergi" kata Ibu, memang sih waktu aku berangkat ibu sedang mandi jadi tidak tahu kalau aku belum bersepatu.

Akhirnya aku kembali ke sekolah. Suasana tidak lengang lagi. Pintu gerbang sudah dibuka. Dan yang jelas kali ini aku tidak memakai sandal jepit lagi!

8 komentar:

  1. Gak malu-maluin, kok, Wi..

    Aku malah lupa dulu aku TK pake sepatu ato nggak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha mosok sih mil? nyeker dunks?

      Hapus
  2. Buahahahhhhh... Kalau aku mah pasti udah nangis dan gak mau balik ke sekolah hari itu XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha gak tau deh mbak kok saya mau balik sekolah lagi, yang jelas waktu itu ambisinya mau masuk pagi-pagi banget sebelum bu guru datang hihihi

      Hapus
  3. kenangan manis waktu TK ya mbak.. kalau saya langsung SD hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini kenangan manis apa memalukan ya mbak?
      Saya juga maunya langsung SD mbak, tapi ortu saya malah masukin saya ke TK hahaha

      Hapus
  4. hihihi... saking rajinnya ya :)

    BalasHapus