Rabu, 28 Maret 2012

# kenangan

Buku Tabungan

Waktu masih duduk di bangku TK tiap pulang sekolah aku selalu ke rumah nenek maklumlah ibu dan bapak masih kerja jadi sambil menunggu kedua orang tuaku pulang aku dititip di rumah nenek. Kebetulan rumah nenek tidak begitu jauh dari rumah. Bahkan tak jarang aku di rumah nenek sampai sore karena tante-tanteku pun menemaniku bermain. Dan kebetulannya lagi salah satu tanteku mengajar di TK tempat aku sekolah jadi enaklah bapak ibuku tak perlu risau menjemputku.

Di sekolah kami dilatih untuk menabung. Kami diberi sebuah buku tabungan untuk mencatat jumlah tabungan kami. Setelah searching di Google akhirnya kutemukan gambar buku tabungannya di sini dan kira-kira seperti ini wujudnya

Kira-kira ada yang pernah dikasih buku ini? hehe. Nah ceritanya hari itu entah apa sebab musababnya buku tabunganku itu rusak. Isinya lepas dari sampulnya. Mungkin kalau saat itu aku sudah ABG mungkin sudah kenal istilah yang namanya "BETE" kali ya... Tapi berhubung masih TK dan belum gaul maka aku cuma merengek-rengek ke nenek mengeluh bahwa buku tabunganku itu rusak. Nenek tampaknya cukup serius menanggapi rengekanku, buktinya nenek berkata padaku bahwa beliau bisa memperbaiki.

Senang! Tentu saja aku akan segera mellihat buku tabunganku kembali seperti sedia kala. Tapi ternyata tidak sesuai harapanku bukuku tidak akan kembali seperti sedia kala karena nenek akan membetulkannya dengan menjahit. Oh Tidaaaakkk!! " Aku tidak mau Nek" rengekku ketika tahu nenek akan menjahit buku tabunganku.

" Tidak apa-apa nanti buku tabunganmu akan bagus lagi" rayu nenek.

"Tidak mau nanti bukuku jadi beda sama punya teman-teman" rengekku

Akhirnya nenek mengalah, beliau mengurungkan niatnya menjahit bukuku. Lega hatiku nanti saja di rumah biar diperbaiki sama bapak atau ibu kataku dalam hati.

Beberapa tahun kemudian tepatnya kelas 3 SD aku mempunyai hobi baru. Buku tulis kepunyaan kakak-kakakku yang sudah tidak terpakai kubongkar. Kuambil isi buku yang masih kosong kemudian kujadikan sebuah buku. Tapi ternyata men-stapler buku kecil pun aku tidak bisa dan tiba-tiba ingat kejadian di atas. Maka buku buatanku itu kujahit, sayang buku itu sudah hilang hihihi jadi tidak sempat pamer disini. Tapi satu hal yang terus teringat nenek ternyata telah menginspirasiku.

6 komentar:

  1. PERSIS kaya buku tabunganku waktu SD.

    Dulu juga aku sering bikin buku baru pake sisaan halaman yang belum kepake di buku lama. Tapi, biasanya yang masih ada tengahnya. Kalo buku yang sisanya cuma bagian2 akhir, kujadiin coret2an buat hitung2an.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pantes waktu kuliah dulu kita akur ya ternyata di masa kecil kita punya hal hal yang mirip hahaha lebay

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. media agar anak gemar menabung di sekolah

    BalasHapus
  4. Cara buat nya bagaimana itu bro ?. Lewat ms. Excel atau word ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya nggak buat buku tabungan mas

      Hapus