Selasa, 08 November 2011

# Obrolan

Pembuatan e-KTP Belum Optimal

Akhir Oktober lalu keluarga kami mendapatkan undangan pemanggilan pembuatan e-KTP dari Pak RT. E-KTP memang telah lama disosialisasikan, jadi undangan tersebut kami sambut dengan antusias. Jadwal kelurahan kami di Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau adalah dari 7-18 November.

Tiba saatnya perwakilan dari anggota keluarga kami memasukkan berkas sesuai dengan arahan pak RT yaitu fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga dan fotocopy ijazah terakhir. Ternyata sudah datang pagi antrian masih sangat banyak menyebabkan banyak warga yang tidak sabar menunggu. Akhirnya diputuskan bahwa siang akan dibagiakan nomor antrian. Yah gagal deh jadi peserta pertama hehehe.

Siangnya kembali lagi ke kantor kecamatan ternyata jadwal keluarga kami yang terdiri dari 3 KK hari sabtu pagi. Yah tak apalah yang penting aman sudah dapat no antrian dan berkas tidak tercecer. Akhirnya kami pulang, tapi begitu sampai dirumah kami terkejut anggota keluarga bapak yang terdiri dari 4 orang hanya diberi no antrian 2 saja. Jangan-jangan ada yang salah nih. Akhirnya kami balik lagi ke kantor kecamatan.

Sampai disana hasil yang kami terima kurang memuaskan. No antrian ditambah 1 itupun tumpang tindih dengan keluarga kami yang lain. Akhirnya mencoba konfirmasi lagi ke petugas kecamatan disana petugas menjelaskan bahwa tidak semua masyarakat yang diundang bisa dibuatkan e-KTP katanya hanya berapa ribu yang bisa dibuat sehingga keluarga yang jumlah anggotanya banyak hanya dibatasi 3 orang saja. Kecewa? Ugh bangeeeetttttttt. Di sosialisasi gak ada pembatasan pikir saya, lalu apa gunanya undangan jika ternyata tidak bisa juga dibuatkan e-KTP?

Merasa tidak puas coba mencari call centre e-KTP ternyata oh ternyata hasilnya nihil. Tidak ada yang saya dapatkan hanya websitenya saja bahkan coba kirim email pun tidak bisa. Tambah-tambah lagi deh kecewanya. Sedang mencoba contact us nya kemendagri tapi belum ada balasan sampai sekarang. Coba nanya ke teman yang sudah direkam data e-KTPnya ternyata bisa tuh semuanya masuk. Heran. Akhirnya kami pasrah.

Dan hari ini baca-baca koran ada berita yang judulnya kira-kira begini (maaf saya lupa redaksi pastinya) ' Kendala e-KTP harap laporkan' sebagai orang yang sedang butuh info e-KTP semangat dong baca artikel yang berhubungan dengan e-KTP. Tapi lagi-lagi berbuah kekecewaan karena kendala yang dimaksud adalah kendala bagi petugas pembuat e-KTP utamanya masalah listrik. Ha ha ha silahkan lah tertawakan saya.

Belum selesai baca koran bolak-balik lagi koran sampailah pada berita wilayah Bangkinang. Nah yang ini baru seru beritanya masih seputaran e-KTP di Bangkinang. Ada beberapa hal yang saya syukuri dan saya khawatirkan membaca koran tersebut. Pertama ternyata ada hikmahnya juga maksa suami antri hari senin karena ada warga yang baru datang hari selasa ditolak berkasnya alasannya sudah tidak terlayani karena terbatasnya kapasitas peralatan perekam e-KTP. Kedua disitu ditulis berita bahwa hari selasa e-KTP sempat tidak terlayani karena alat yang rusak jadi khawatir nyampe gak nih di hari Sabtu? Ah bikin tambah esmosi.

Jadi kesimpulan saya pembuatan e-KTP ini belum terlalu siap. Pertama dari kesiapan alat, masa iya tidak diperhitungkan berapa total warga berapa kapasitas alat per hari, kenapa jadinya warga yang terlayani terbatas?kenapa ada undangan tapi tidak dapat ditindaklanjuti? Kemudian kendala alat rusak, kalo yang ini gak ngerti lah ya ada pengadaan (emangnya barang) teknisi dari pusat atau tidak. Stress lama-lama mikirnya biarlah pasrah yang terjadi biar terjadi yang penting jangan ada rusuh lagi dan bisa dijadikan pengalaman untuk pembuatan e-KTP putaran kedua nanti.

7 komentar:

  1. Biasa lah. Kadang terlalu dipaksakan, buru-buru tapi persiapan minim.
    Btw, di sini kayanya langsung pake nomor antrian deh, ga nunggu banyak dulu. Dan kayanya ga dibatasi siapa aja yang bisa ikutan bikin, meskipun mungkin warganya banyak.

    BalasHapus
  2. kayaknya karena pelayanan kurang maksimal akhirnya warga jadi kurang antusias buktinya pas hari H perekaman data banyak yang tidak hadir, hmmm malah ada yang marah-marah karena ngumpul berkasnya bukan pas hari senin bilang ma petugasnya "emang bapak mau nanggung kalo saya dipecat?" pokoknya seru deh disini hehe

    BalasHapus
  3. Eh, ada PR buatmu. Kalo ga sibuk, kerjain ya. Tapi, kalo sibuk ga dikerjain juga gapapa, hehehe... Gak maksa kok, cuma syarat dari PR yang menyebutkan bahwa aku mesti memberitahu makhluk2 yang ku-tag bahwa mereka kebagian PR dariku.
    PR-nya di sini: http://catatan-millati.blogspot.com/2011/12/pr-sebelas-dari-inggit-inggit-semut.html

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. ni juga udah bikin karena udah jatahnya mbak diat hehe entahlah bagaimana dengan yang lain sosialisasinya saja gak jelas

      Hapus
  5. saya mah sampe sekarang belum bikin gan... ngapain juga tuh E-KTP,, ntar kalau ada yang hack baru tahu rasa datanya ilang semua.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya sih biar kayak negara maju gitu yang data penduduknya lengkap, cuma ko dalam perjalanan perekaman datanya amburadul gini ya?kalo kemungkinan di hack pasti ada tapi moga aja nggak hehe

      Hapus