Selasa, 25 Oktober 2011

# Obrolan

Menu Sarapan


Sempat tinggal di beberapa daerah berikut saya menemukan keunikan tersendiri dari menu jajanan sarapan pagi. Ternyata tidak semua daerah menyajikan menu yang sama, jadi bagi anda yang akan pindah jangan kaget ya kalau tidak menemukan menu sarapan yang anda cari (hehe pengalaman pribadi nih)
1.       Klaten
Dari lahir hingga berumur 18 tahun saya tinggal di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Menu sarapannya antara lain:
a.       Gudangan (semacam nasi urap)
b.      Jenang (bubur beras dengan lauk sambal goring)
c.       Soto (Soto jawa lo ya soalnya merasakan soto di Kalimantan atau Sumatera rasanya berbeda)
d.      Nasi Sayur (Nasi plus sayur oseng dengan lauk tempe)
2.       Jakarta
Merasa beruntung sempat merasakan kekejaman ibu kota selama empat tahun (hehehe) terutama masalah macetnya. Di Jakarta mungkin menunya lebih beragam tapi begitu diperhatikan masakan berikut paling dominan dijual untuk menu sarapan:
a.       Nasi Uduk Betawi (sering dipadukan dengan semur jengkol)
b.      Nasi Kuning Betawi
c.       Bubur Ayam
3.       Samarinda
Untuk menu sarapan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur ini anda akan menemui satu jenis makanan yang sangat mendominasi.
a.       Nasi Kuning Bumbu Merah, awalnya saya kira nasi kuning ini sama dengan nasi kuning betawi tapi ternyata berbeda toppingnya lebih simple plus siraman kuah merah kabarnya sih ini masakan ala Bugis.
b.      Bubur banten, entah kenapa namanya bubur banten saya sendiri juga belum pernah makan bubur di Banten (hehe) bubur ini yang umum dijual di Samarinda terutama pedagang kelilling, jangan kaget karena bubur ini berbeda dengan bubur ayam yang ditemui di Jakarta atau di Bandung, yang khas dari bubur ini adalah kuahnya yang mirip dengan kuah soto dan diberikan sangat banyak di buburnya jadi mirip soto tapi nasinya diganti bubur.
c.       Pecel, gak nyangka kan menu jawa ini juga ada di Kalimantan? Yang terkenal kalau pake embel-embel ‘Madiun’ hehe.
d.      Mihun, mihun disini mungkin khasnya Banjar kali ya mihunnya putih seputih warna aslinya, tapi rasanya mantap (kalau bumbunya pas, kalau kurang ya lain lagi). Jadi gak seperti di Jawa yang warnanya coklat karena dikecapin cuma disana makannya sering kasih kecap juga tapi ngasihnya bukan waktu dimasak melainkan waktu akan dimakan.
Heterogen sekali ya menu sarapan di Samarinda ini….
4.       Bangkinang
Ibu Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau ini menyajikan menu sarapan yang benar-benar belum pernah saya rasakan di daerah manapun.
a.       Lontong, menu lontong disini dicampur mi kuning kuahnya pedas dan dari rasanya seperti ada campuran kacang tapi gak tau ya…
b.      Bubur, begitulah tulisannya tapi jangan tertipu disini bukan bubur ayam seperti di daerah lain melainkan bubur kacang hijau plus bubur sungsum rasanya enak sih lumayan buat isi perut di pagi hari.
c.       Soto, mungkin ini soto padang karena rempahnya begitu terasa (mohon diralat kalau salah), kuahnya berwarna hitam.
d.      Nasi Goreng, agak heran karena makanan satu ini biasa ada pas malam hari tapi di Bangkinang ternyata ada menu sarapan ini.

1 komentar: