Senin, 11 Juli 2011

# Cerita

Hawa Kematain (2)

May malu-malu mengintip dari jendela ruang tamunya. Satria tetangga baru itu begiu menggoda hatinya, mulai dari sikap hingga wajah mendapat nilai sembilan di mata May.
“ Bersihin mobil Kak?” sapa May memberanikan diri keluar rumah.
“ Eh May, iya nih buat malming.”
“ Oh…” Cuma itu kata yang keluar dari May, sedikit kecewa akhirnya May memutuskan untuk kembali masuk ke rumah, tapi baru selangkah… “ May tunggu…” seru Satria.
Satria masuk ke dalam rumah, tak lama kemudian ia keluar lagi.
“Ini…buat kamu.” Agak ragu May menerimanya, CD artis favoritnya yang belum sempat terbeli olehnya, kini sudah ditangannya dan itu dari Satria.
“ Kamu bilang kamu lagi nyari CD ini kan?” kata Satria.
“ Tapi Kak..”
“ Udah gak usah sungkan….Ya sudah kakak mandi dulu ya…”
“Eh iya… makasih banyak Kak.”
*** 
May senyum-senyum sendiri menerima hadiah kecil dari Satria. Ia putar CD itu berulang-ulang dari siang tadi hingga sore. Klakson berbunyi megagetkan May. May berlari ke balkon, dari sana ia melihat Satri melambai padanya.
“ Mau malming!” teriak Satria.
May hanya membalas dengan dua jempol.
Malam ini May sendiri saja di rumah, orangtuanya pergi ke rumah Nenek yang sedang punya hajatan. Sampai jam dua belas malam May tak bisa tidur. Bukan, bukan mimpi buruk yang ia takutkan. Tapi bayangan-bayangan buruk dalam mimpinya kini tampak tersamar di pelupuk matanya. May gelisah. Jam setengah satu malam May tak bergerak meski matanya tak terpejam. Badannya kaku selama semenit tanpa diketahui sebab yang jelas. Setelah itu May tertidur.
*** 
“ Berisik” gumam May yang masih belum sepenuhnya terbangun. Tidurnya malam ini begitu nyenyak tak seperti malam-maam sebelumnya. Tapi tidurnya sedikit terganggu karena suara berisik di seberang rumah. May setengah mengantuk berjalan ke arah balkon, ingin mengintip keributan yang terjadi dan juga mengintip Satria. Tapi alangkah terkejutnya May ternyata suara orang-orang itu berasal dari rumah Satria. Rumah Satria dipenuhi orang. Apa gerangan yang terjadi? Batin May (bersambung)

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus