Rabu, 09 November 2011

Pembuatan e-KTP Belum Optimal

10.13 7 Comments
Akhir Oktober lalu keluarga kami mendapatkan undangan pemanggilan pembuatan e-KTP dari Pak RT. E-KTP memang telah lama disosialisasikan, jadi undangan tersebut kami sambut dengan antusias. Jadwal kelurahan kami di Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau adalah dari 7-18 November.

Tiba saatnya perwakilan dari anggota keluarga kami memasukkan berkas sesuai dengan arahan pak RT yaitu fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga dan fotocopy ijazah terakhir. Ternyata sudah datang pagi antrian masih sangat banyak menyebabkan banyak warga yang tidak sabar menunggu. Akhirnya diputuskan bahwa siang akan dibagiakan nomor antrian. Yah gagal deh jadi peserta pertama hehehe.

Siangnya kembali lagi ke kantor kecamatan ternyata jadwal keluarga kami yang terdiri dari 3 KK hari sabtu pagi. Yah tak apalah yang penting aman sudah dapat no antrian dan berkas tidak tercecer. Akhirnya kami pulang, tapi begitu sampai dirumah kami terkejut anggota keluarga bapak yang terdiri dari 4 orang hanya diberi no antrian 2 saja. Jangan-jangan ada yang salah nih. Akhirnya kami balik lagi ke kantor kecamatan.

Sampai disana hasil yang kami terima kurang memuaskan. No antrian ditambah 1 itupun tumpang tindih dengan keluarga kami yang lain. Akhirnya mencoba konfirmasi lagi ke petugas kecamatan disana petugas menjelaskan bahwa tidak semua masyarakat yang diundang bisa dibuatkan e-KTP katanya hanya berapa ribu yang bisa dibuat sehingga keluarga yang jumlah anggotanya banyak hanya dibatasi 3 orang saja. Kecewa? Ugh bangeeeetttttttt. Di sosialisasi gak ada pembatasan pikir saya, lalu apa gunanya undangan jika ternyata tidak bisa juga dibuatkan e-KTP?

Merasa tidak puas coba mencari call centre e-KTP ternyata oh ternyata hasilnya nihil. Tidak ada yang saya dapatkan hanya websitenya saja bahkan coba kirim email pun tidak bisa. Tambah-tambah lagi deh kecewanya. Sedang mencoba contact us nya kemendagri tapi belum ada balasan sampai sekarang. Coba nanya ke teman yang sudah direkam data e-KTPnya ternyata bisa tuh semuanya masuk. Heran. Akhirnya kami pasrah.

Dan hari ini baca-baca koran ada berita yang judulnya kira-kira begini (maaf saya lupa redaksi pastinya) ' Kendala e-KTP harap laporkan' sebagai orang yang sedang butuh info e-KTP semangat dong baca artikel yang berhubungan dengan e-KTP. Tapi lagi-lagi berbuah kekecewaan karena kendala yang dimaksud adalah kendala bagi petugas pembuat e-KTP utamanya masalah listrik. Ha ha ha silahkan lah tertawakan saya.

Belum selesai baca koran bolak-balik lagi koran sampailah pada berita wilayah Bangkinang. Nah yang ini baru seru beritanya masih seputaran e-KTP di Bangkinang. Ada beberapa hal yang saya syukuri dan saya khawatirkan membaca koran tersebut. Pertama ternyata ada hikmahnya juga maksa suami antri hari senin karena ada warga yang baru datang hari selasa ditolak berkasnya alasannya sudah tidak terlayani karena terbatasnya kapasitas peralatan perekam e-KTP. Kedua disitu ditulis berita bahwa hari selasa e-KTP sempat tidak terlayani karena alat yang rusak jadi khawatir nyampe gak nih di hari Sabtu? Ah bikin tambah esmosi.

Jadi kesimpulan saya pembuatan e-KTP ini belum terlalu siap. Pertama dari kesiapan alat, masa iya tidak diperhitungkan berapa total warga berapa kapasitas alat per hari, kenapa jadinya warga yang terlayani terbatas?kenapa ada undangan tapi tidak dapat ditindaklanjuti? Kemudian kendala alat rusak, kalo yang ini gak ngerti lah ya ada pengadaan (emangnya barang) teknisi dari pusat atau tidak. Stress lama-lama mikirnya biarlah pasrah yang terjadi biar terjadi yang penting jangan ada rusuh lagi dan bisa dijadikan pengalaman untuk pembuatan e-KTP putaran kedua nanti.

Rabu, 26 Oktober 2011

Menu Sarapan

08.52 1 Comments

Sempat tinggal di beberapa daerah berikut saya menemukan keunikan tersendiri dari menu jajanan sarapan pagi. Ternyata tidak semua daerah menyajikan menu yang sama, jadi bagi anda yang akan pindah jangan kaget ya kalau tidak menemukan menu sarapan yang anda cari (hehe pengalaman pribadi nih)
1.       Klaten
Dari lahir hingga berumur 18 tahun saya tinggal di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Menu sarapannya antara lain:
a.       Gudangan (semacam nasi urap)
b.      Jenang (bubur beras dengan lauk sambal goring)
c.       Soto (Soto jawa lo ya soalnya merasakan soto di Kalimantan atau Sumatera rasanya berbeda)
d.      Nasi Sayur (Nasi plus sayur oseng dengan lauk tempe)
2.       Jakarta
Merasa beruntung sempat merasakan kekejaman ibu kota selama empat tahun (hehehe) terutama masalah macetnya. Di Jakarta mungkin menunya lebih beragam tapi begitu diperhatikan masakan berikut paling dominan dijual untuk menu sarapan:
a.       Nasi Uduk Betawi (sering dipadukan dengan semur jengkol)
b.      Nasi Kuning Betawi
c.       Bubur Ayam
3.       Samarinda
Untuk menu sarapan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur ini anda akan menemui satu jenis makanan yang sangat mendominasi.
a.       Nasi Kuning Bumbu Merah, awalnya saya kira nasi kuning ini sama dengan nasi kuning betawi tapi ternyata berbeda toppingnya lebih simple plus siraman kuah merah kabarnya sih ini masakan ala Bugis.
b.      Bubur banten, entah kenapa namanya bubur banten saya sendiri juga belum pernah makan bubur di Banten (hehe) bubur ini yang umum dijual di Samarinda terutama pedagang kelilling, jangan kaget karena bubur ini berbeda dengan bubur ayam yang ditemui di Jakarta atau di Bandung, yang khas dari bubur ini adalah kuahnya yang mirip dengan kuah soto dan diberikan sangat banyak di buburnya jadi mirip soto tapi nasinya diganti bubur.
c.       Pecel, gak nyangka kan menu jawa ini juga ada di Kalimantan? Yang terkenal kalau pake embel-embel ‘Madiun’ hehe.
d.      Mihun, mihun disini mungkin khasnya Banjar kali ya mihunnya putih seputih warna aslinya, tapi rasanya mantap (kalau bumbunya pas, kalau kurang ya lain lagi). Jadi gak seperti di Jawa yang warnanya coklat karena dikecapin cuma disana makannya sering kasih kecap juga tapi ngasihnya bukan waktu dimasak melainkan waktu akan dimakan.
Heterogen sekali ya menu sarapan di Samarinda ini….
4.       Bangkinang
Ibu Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau ini menyajikan menu sarapan yang benar-benar belum pernah saya rasakan di daerah manapun.
a.       Lontong, menu lontong disini dicampur mi kuning kuahnya pedas dan dari rasanya seperti ada campuran kacang tapi gak tau ya…
b.      Bubur, begitulah tulisannya tapi jangan tertipu disini bukan bubur ayam seperti di daerah lain melainkan bubur kacang hijau plus bubur sungsum rasanya enak sih lumayan buat isi perut di pagi hari.
c.       Soto, mungkin ini soto padang karena rempahnya begitu terasa (mohon diralat kalau salah), kuahnya berwarna hitam.
d.      Nasi Goreng, agak heran karena makanan satu ini biasa ada pas malam hari tapi di Bangkinang ternyata ada menu sarapan ini.

Kamis, 20 Oktober 2011

Cerita Bubur

10.48 2 Comments
Baru beberapa hari pindah ke tempat baru (dari Kalimantan ke Sumatera) tiba-tiba kangenlah dengan makanan yang pernah ada di Kalimantan seperti nasi kuning bumbu merah, lontong sayur, pecel (beda rasanya dengan di jawa) dan bubur.

Mumpung hari minggu saya pikir bolehlah sarapan diluar sambil menikmati suasana pagi. Tapi sayang di rumah si Bapak sudah bilang kalau makanan yang saya inginkan itu tidak ada di Kabupaten kami, tidak ada yang jual katanya. Tapi namanya juga pengen jalan-jalan tak peduli ada atau tidak perlu dicari dulu kan? Namanya juga usaha.

Keliling-keliling ternyata memang tidak ada makanan yang saya inginkan, cuma waktu lewat ada sebuah rumah makan yang kelihatannya ramai. Lihat di tulisan gerobaknya sih ada bubur, nasi soto, dll. Tapi masih pengen nasi sih daripada bubur namun setelah berkeliling tak juga ditemukan akhirnya mampirlah ke warung yang jual bubur tersebut.

Lumayanlah makan bubur. Agak lama menunggu akhirnya keluar juga si bubur tapi betapa kecewanya....bukan bubur ayam yang didapat melainkan "BUBUR KACANG IJO" Oalah baru tahu kalau yang namanya bubur disini itu bubur kacanga ijo dingin pula gak anget-anget gitu. Tapi ya sudahlah berhubung lapar ya disantap saja......

Minggu, 02 Oktober 2011

Pamali

05.49 4 Comments
Ini denger dari temenku katanya pamali ya kalo sampe kita bilang " Aku gak mau ah punya jodoh orang ....." nanti katanya malah kita dapat jodoh yang itu. Terus katanya juga ibunya pernah ngalamin hal itu, katanya gak mau sama orang Kalimantan eh ternyata jodohnya emang orang Kalimantan kupikir lucu ah aku mau bilang aja gak mau punya jodoh artis bias dapat artis gitu loh ikut mejeng-mejeng di TV haha pikirku waktu itu.

Tak terasa waktu terus berjalan tibalah masa pencarian jodoh dan akhirnya menikahlah saya pada tanggal 27 Maret lalu.

Dan ternyata saya memang kena pamali bukan cuma satu tapi tiga sekaligus.

Pertama dulu saya tukang ngolokin nama suami sepupu saya maka sekarang saya harus terima kalo nama suami saya sama dengan nama suami sepupu saya (asal jangan ketukar aja orangnya)

Kedua entah kapan terucap sebenarnya ini tanpa unsur kesengajaan dan berniat mengolok teman sekelas waktu kuliah kalo saya tidak mau dapat jodoh orang yang satu instansi, tapi ujung-ujungnya dapat orang satu instansi juga weleh-weleh

Ketiga tempat domisili say termasuk agak pemilih juga kepikiran saya untuk tidak ingin tinggal di sebuah daerah karena menurut saya jauh dari rumah and finally saya harus menyusul teman-teman yang sudah duluan kesana, yah demi apalagi ya demi cinta lah....

Setelah saya renungkan ini bukan sekedar pamali tapi saya harus bertaubat karena mencoba-coba mendahului kehendak Allah SWT. Astaghfirullah3x

Sabtu, 24 September 2011

Jumat, 23 September 2011

Resep Creepes ala Wida Aya

10.49 0 Comments
Terinspirasi dari buku "Variasi Makanan Bayi" oleh Tuti Soenardi tiba-tiba jadi kepengen bikin cemilan satu ini yang notabene kegemaran anak kost kalo perut mereka tidak terlalu lapar dan ingin mengunyah. Jadi ini nih resepnya silakan mencoba



Bahan:
100 gr tepung terigu
1 butir telur ayam
250 cc susu

Bahan Tambahan:
Jika ingin rasa coklat tambahkan 5 gr coklat bubuk
Jika ingin rasa pandan tambahkan essence pandan
Jika ingin rasa vanila tambahkan vanili bubuk
Jika ingin rasa manis tambahkan gula halus secukupnya

Bahan isi ada beberapa alternatif:
1. Mesese
2. Keju
3. Campuran Meses dan Keju

Cara Membuat:
1. Pecahkan Telur ayam dalam tepung terigu, aduk. Tuangi susu dan bahan tambahan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga habis dan adonan tercampur rata
2. Ambil wajan dadar kecil anti lengket, panaskan. Olesi wajan dengan margarin, tuang adonan buat dadar tipis tipis, selagi menunggu dadar masak tebarkan isi di dalam dadar.
3. Setelah dadar mulai agak kering lipat jadi bentuk segitiga kemudian angkat.
4. Creepes siap disantap

Dan ini dia hasilnya

Rabu, 13 Juli 2011

Hawa Kematian (3)

10.54 2 Comments
May masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Kenapa rumah Satria ramai dengan orang-orang yang tak ia kenal. Akhirnya karena penasaran May turun ke bawah.
May hampir sampai pintu depan ketika telepon tiba-tiba berbunyi.
" Halo"
" May ini Taufik" kata suara dari seberang yang ternyata adalah Taufik, sahabat May.
" Ya Fik ada apa?"
" May Satria...Satria May..."
May makin penasaran dengan hal yang terjadi pada Satria, May mendadak khawatir dan tiba-tiba teringat dengan mimpi-mimpinya selama ini.
" May Satria meninggal semalam kecelakaan"
Bagai disambar petir May diam mematung sementara air matanya meleleh.
" May, kamu kenapa nak?" Mama May yang baru saja pulang terkejut mendapati putri semata wayangnya mematung dengan lelehan air mata.
May tidak memikirkan hal lain selain menyesali tindakannya, andai kemarin dia tidak membiarkan Satria pergi mungkin hal ini tidak akan terjadi

Selasa, 12 Juli 2011

Hawa Kematain (2)

10.34 1 Comments
May malu-malu mengintip dari jendela ruang tamunya. Satria tetangga baru itu begiu menggoda hatinya, mulai dari sikap hingga wajah mendapat nilai sembilan di mata May.
“ Bersihin mobil Kak?” sapa May memberanikan diri keluar rumah.
“ Eh May, iya nih buat malming.”
“ Oh…” Cuma itu kata yang keluar dari May, sedikit kecewa akhirnya May memutuskan untuk kembali masuk ke rumah, tapi baru selangkah… “ May tunggu…” seru Satria.
Satria masuk ke dalam rumah, tak lama kemudian ia keluar lagi.
“Ini…buat kamu.” Agak ragu May menerimanya, CD artis favoritnya yang belum sempat terbeli olehnya, kini sudah ditangannya dan itu dari Satria.
“ Kamu bilang kamu lagi nyari CD ini kan?” kata Satria.
“ Tapi Kak..”
“ Udah gak usah sungkan….Ya sudah kakak mandi dulu ya…”
“Eh iya… makasih banyak Kak.”
*** 
May senyum-senyum sendiri menerima hadiah kecil dari Satria. Ia putar CD itu berulang-ulang dari siang tadi hingga sore. Klakson berbunyi megagetkan May. May berlari ke balkon, dari sana ia melihat Satri melambai padanya.
“ Mau malming!” teriak Satria.
May hanya membalas dengan dua jempol.
Malam ini May sendiri saja di rumah, orangtuanya pergi ke rumah Nenek yang sedang punya hajatan. Sampai jam dua belas malam May tak bisa tidur. Bukan, bukan mimpi buruk yang ia takutkan. Tapi bayangan-bayangan buruk dalam mimpinya kini tampak tersamar di pelupuk matanya. May gelisah. Jam setengah satu malam May tak bergerak meski matanya tak terpejam. Badannya kaku selama semenit tanpa diketahui sebab yang jelas. Setelah itu May tertidur.
*** 
“ Berisik” gumam May yang masih belum sepenuhnya terbangun. Tidurnya malam ini begitu nyenyak tak seperti malam-maam sebelumnya. Tapi tidurnya sedikit terganggu karena suara berisik di seberang rumah. May setengah mengantuk berjalan ke arah balkon, ingin mengintip keributan yang terjadi dan juga mengintip Satria. Tapi alangkah terkejutnya May ternyata suara orang-orang itu berasal dari rumah Satria. Rumah Satria dipenuhi orang. Apa gerangan yang terjadi? Batin May (bersambung)

Hawa Kematian (1)

10.29 0 Comments
May melihatnya. Melihat bagaimana nyawa manusia itu diambil secara paksa, tapi May hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apapun. May berteriak histeris tapi teriakannya hanya menjadi teriakan kosong.
***
May terbangun dari mimpinya. Mimpi yang sama selama tiga hari berturut-turut. Bukan hanya itu tiga hari ini May terlihat murung dan terkadang meneteskan air mata tanpa suatu sebab yang jelas.
May jadi gelisah, karena ini ketiga kalinya ia mengalami mimpi buruk. May tahu itulah tandanya. Tanda-tanda hawa kematian, orang dekat atau orang sekitarnya sebentar lagi akan ada yang mati. Tapi nyawa siapa kali ini?