Rabu, 14 Maret 2018

Tips Memilih Kado Untuk Pasangan

01.05 10 Comments
Sumber: gotomall

Suatu ketika seorang teman curhat pada saya. Dia ingin membelikan sesuatu untuk suaminya tapi bingung mau membelikan apa dan meminta pendapat saya.

Saya cuma nyengir, nggak tahu apa yang sebaiknya diberikan untuk suami teman saya itu. Takutnya nanti nggak suka, takutnya nanti nggak cocok, takutnya nanti malah mubazir. Kan sayang ya...

Tapi kemudian kami berdiskusi dan ternyata membeli hadiah untuk pasangan itu ada formulanya (baca: tips) supaya kekhawatiran itu tidak terjadi.

Apa formulanya?




1. Cari tahu kesukaannya.

Cari tahu barang apa yang dia sukai, misalnya dompet kulit, jaket kulit, boneka. Pasti tahu dong kesukaan pasangan kita.

Kalau nggak tahu gimana?

Ya cari tahu, selidiki. Misalnya nih pancing dengan pertanyaan sambil nunjukin gambar.

"Yah jaket kulitnya bagus ya..." Sambil nyodorin gambar jaket kulit boleh dari smartphone ataupun majalah.

Kalau jawaban pasangan excited berati dia suka. Kalau jawabannya biasa saja berarti dia tidak suka.

2. Cari tahu barang yang dibutuhkan.

Supaya hadiah kita nggak mubazir kita perlu cari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasangan kita. Misalnya nih beberapa hari lalu waktu jalan-jalan ke pantai sandal suami saya putus, nah boleh nih beli sandal sebagai hadiah.

Atau kalaupun dari pengamatan kita tidak mendapati apa yang diperlukan oleh pasangan coba pancing dengan obrolan. Dimulai dari sesuatu yang kita inginkan.

"Yah, Ibu kayaknya perlu beli rok deh, rok yang lama udah nggak bagus."

"Ya udah beli aja."

"Kalau Ayah ada sesuatu yang perlu dibeli nggak?"

Kalau jawabannya iya berarti pancingan kita berhasil. Kalau jawabannya nggak berarti harus pancing lagi. Sebutkan beberapa barang, random saja untuk membantunya mengingat sesuatu yang diperlukan.

Barang yang diperlukan ini peranannya cukup penting karena akan sering dipakai. Jadi walaupun dia suka tapi sudah punya banyak seperti dompet misalnya punya sampai 3 terus kita mau hadiahi dompet lagi rasanya itu mubazir.

3. Cari yang unik

Cari barang yang dia suka, yang diperlukan dan yang unik. Nggak pasaran gitu lho. Nggak asyik kan pas hadiah kita dipakai ternyata seluruh orang kota pakai itu juga hihihi.

Biasanya yang begini ini produk handmade. Ada sih beberapa barang yang bisa kita buat sendiri misalnya pouch, bros, atau aksesori lainnya. Namun seringnya kita tidak bisa atau tidak punya waktu membuatnya. Contohnya saja seperti sepatu atau jaket.


Sudah ada gambaran untuk membelikan kado untuk orang terkasih?

Yang no 3 agak susah deh rasanya nyari produk handmade. Kebanyakan yang dijual adalah barang pabrikan.

Eits kata siapa...

Sekarang produk handmade sudah bisa ditemukan dengan mudah di Qlapa.com lho. Ada banyak kategori produk disana seperti pria, wanita, anak, rumah dan dekorasi, gadget dan peralatan dan lain sebagainya.

Kenapa harus di Qlapa?

Sumber: Qlapa


1. Produk yang dijual di Qlapa itu unik dan ekslusif.

Karena yang dijual disini adalah produk handmade dan unik seperti tas, sepatu, dompet, kemeja dan lainnya. Ada produk dengan sentuhan etnik dan ada juga produk dengan rancangan modern.

2. Produk yang dijual asli Indonesia, jadi bukan produk impor.

Meskipun yang dijual di Qlapa adalah produk lokal namun kualitasnya tidak perlu diragukan. Karena Qlapa telah memfilter produk-produk yang akan dijualnya. Oya  karena yang dijual produk lokal jadi kita bisa membantu perekonomian bangsa ya teman-teman. Karena nilai tambah yang dihasilkan benar-benar kita nikmati sendiri tidak bocor ke luar negeri.

3. Transaksi mudah dan aman.

Jangan khawatir jika barang rusak atau tidak sampai maka uang kita akan dikembalikan 100% (syarat dan ketentuan berlaku. Jadi tidak ada penipuan disini ya...

4. Hemat waktu, tenaga dan uang ( ini tambahan dari saya)

Belanja produk handmade atau produk etnik itu biasanya harus ke tempatnya langsung ya. Muter-muter nyari barang yang pas belum lagi tawar menawar yang kadang menguras emosi. Nah dengan belanja di Qlapa kita cukup duduk manis pencet sana pencet sini sudah dapat deh barang yang diinginkan.

Panduan belanja juga sudah ada lho disini jadi nggak perlu bingung waktu buka pertama kali. Oya saya kasih bocoran barang-barang yang mejeng disitu ya.

Nih saya lagi nyari sandal untuk suami saya yang tempo hari putus. Tinggal pilih kategori pria - alas kaki - sandal. Nah muncul deh pilihan sandal disini.

Sumber: Qlapa


Wah harus semedi nih mau pilih yang mana. Unik dan lucu-lucu.

Kalau teman-teman sudah dapat ide mau kasih hadiah apa ke orang tersayang?

Minggu, 11 Maret 2018

Temukan Hewan Favoritmu di Ensiklopedia Junior Hewan Pemecah Rekor

19.17 8 Comments
Judul Buku: Ensiklopedia Junior Hewan Pemecah Rekor

Konsep dan Teks: Emilie Beaumont

Ilustrator: Marie-Christine Lemayeur, Bernand Alunni, Sandra Smith-Shopie Surber, MIA: Cinzia Antinori, dan Lucia Brunelli

Pengalih Bahasa: Airin Miranda

Penyunting: Gabriella Felicia

Re-Desain: Aditya Ramadita


Tahu nggak sih kalau ternyata setelah telur-telurnya menetas perlahan-lahan gurita akan mati? Begitupun ikan salmon setelah bertelur ikan-ikan salmon tidak dapat bertahan hidup. Mau tahu kenapa? Jawabannya ada di buku ini Ensiklopedia Junior Hewan Pemecah Rekor.

Tidak hanya membahas tentang gurita dan salmon saja. Dalam buku ini membahas hampir ratusan hewan yang ada di dunia yang dibagi ke dalam lima bab. Bab tesebut antara lain Hewan-hewan yang hidup di air, Mamalia, Reptil dan Kodok, Serangga dan Archnida, serta Burung.

Membuka tiap lembarannya tidak akan membosankan. Karena tiap halaman kita akan disuguhi banyak ilustrasi menarik dan full color. Tentu saja karena buku ini memang ditujukan untuk anak-anak, tapi orang tua juga tidak ada salahnya ikut membaca karena banyak pengetahuan di dalamnya.

Lalu apa hubungannya gurita dan ikan salmon dengan pemecah rekor?

Hehe, saya kasih bocoran sedikit ya...

Jadi menurut penulis, gurita mendapatkan julukan ibu yang paling perhatian. Kenapa? Karena gurita rela mengorbankan dirinya demi menjaga telurnya. Telur-telur itu dijaganya dengan lengan-lengannya agar tidak dimakan ikan disekelilingnya. Gurita juga membersihkan dan menyirami telur-telurnya secara teratur. Ketika menetas gurita sudah kehilangan hampir setengah dari bobotnya dan kelelahan. Kemudian dia akan tinggal di gua dan mati secara perlahana-lahan.

Kasihan ya....

Selama ini kita mengenal gurita sebagai monster, padahal dia adalah ibu yang paling Te O Pe. 

Sedangkan salmon adalah satu-satunya ikan yang hidup di air tawar dan air laut. Pada masa reproduksi salmon akan kembali ke sungai tempat kelahirannya. Perjalanannya jelas tidak mudah. Bayangkan mereka melawan arus, menerjang air terjun dan sebagainya. Hal ini membuat perjalanan ikan salmon sungguh melelahkan. 

Ketika sampai di sungai ikan salmon akan bereproduksi walau dalam keadaaan lelah. Biasanya mereka tidak akan bertahan hidup. Sementara itu anak salmon yang baru menetas akan memakan membran telur mereka. Setelah dua tahun mereka tinggal di sungai mereka akan bergerak ke lautan dan berkembang dewasa di sana. Setelah itu mereka akan kembali ke sungai untuk reproduksi.

Sungguh perjalanan yang luar biasa ya...

Itu baru dua spesies lho. Padahal seperti yang sudah disebutkan tadi, ada ratusan hewan di bahas dalam buku ini. Ada burung kukuk yang jahat, ada ular dan rubah yang jago akting, dan hewan kesayangan kita kerbau masuk dalam buku ini juga lho sebagai pemegang rekor tanduk-tanduk yang mengesankan.

Emak-emak kayak saya aja kecanduan baca buku ini apalagi anak-anak ya....


Selasa, 06 Maret 2018

Berakhir Pekan di Kasang Kulim Zoo

13.51 2 Comments
loket Kasang Kulim Zoo
Saking katroknya saya nggak tahu kalau di kabupaten yang saat ini saya tinggali terdapat sebuah kebun binatang. Mungkin memang cuma satu-satunya di Provinsi Riau. Seringnya kami malah pergi ke kebun binatang di provinsi sebelah yang jaraknya beratus-ratus kilometer.

Sebuah perjalanan yang melelahkan jika hanya mengunjungi satu objek saja. Tapi beberapa pekan sebelumnya kami juga ke provinsi sebelah demi memenuhi janji ke pantai pada si Sulung, ini saya ceritain nanti saja ya.

Kebetulan akhir pekan kemarin kami ada undangan walimah di kota Pekanbaru. Maka sekalian kami jadwalkan untuk ke Kebun Binatang Kasang Kulim yang berada di Kabupaten Kampar yang jaraknya masih cukup dekat dengan Kota Pekanbaru.

Sebenarnya kebun binatang ini cukup mudah diakses. Bagi yang tinggal di Kota Pekanbaru atau Kabupaten Kampar. Masuk dari Simpang Panam menuju Jalan Raya Kubang, ikuti terus jalan ini hingga menemukan gapura Kasang Kulim Zoo di sebelah kiri. Dari sini kita ikuti jalan beraspal dan sampailah ke tujuan.

mejeng dulu ya
Mungkin karena banyak isu negatif yang menerpa kebun binatang ini sehingga kebun binatang ini belum begitu ramai. Saya pernah dengan dari kawan kabarnya kandang-kandang di kebun binatang ini kurus-kurus. Kerangkeng kecil-kecil. Katanya Pemda gak mau bantu untuk makan hewan yang ada di kebun binatang ini. Makanya sekalian ngebuktiin bener nggak sih isu tersebut.

Kedatangan kami disambut hangat oleh tukang parkir yang merangkap sebagai penjaga gerbang dan juga merangkap sebagai guide. Parkir di KKZ (Kasang Kulim Zoo) sebesar Rp 5.000. Sedangkan tiket masuknya untuk dewasa Rp 25.000 dan anak-anak Rp 20.000. Kami membawa 3 anak namun yang dihitung hanya Si Sulung. Jadi kami kena Rp 70.000 untuk tiket masuk.

Saat memasuki kebun binatang, mas tukang parkir yang merangkap penjaga gerbang menyuruh kami untuk belok ke kanan terlebih dahulu meskipun seharusnya belok ke kanan searah jarum jam. Namun kami menurut saja. Disitu ada sepeda air, yang saya nggak tahu masih berfungsi atau enggak karena kami datang sudah sore dan suasana cukup sepi. 

gajahnya dimandiin, tapi ini pas
 Piknik Sekolah Si Sulung
Hewan pertama yang kami jumpai adalah merak hijau. Kemudian ada juga kolam pemandian. Masuk kolam ini diwajibkan bayar juga lho sebesar Rp 15.000 tapi karena sudah sore wahana ini sudah tutup (fiuh selamat uang di dompet hihihi).

Setelah itu kami melewati kandang buaya yang sangat bersemak. Konon kandang itu berisi buaya muara. Buaya ini terkenal keganasannya dan sering ada kabar bahwa spesies buaya ini memakan manusia. Mungkin itulah yang menyebabkan kandang buaya ini seperti tak terawat. Sebelah kandang buaya terdapat kandang singa. Singanya cuma satu singa betina saja. Ah kasihan melihatnya, gimana bisa dilestarikan kalau tidak ada pasangannya. Kalau kandang singanya cukup bersih sayangnya singanya malas-malasan.

Perjalanan kami lanjutkan. Terdapat kandang aneka primata mulai dari orang utan, siamang, monyet dll. Yang menarik ada tracking gajah disini. Ini yang menarik perhatian Si Sulung dan pengen naik. Berhubung antri saya ajak dia melihat kuda yang tidak dikandang yang merumput di dekat kandang beruang madu.

Beruang madunya cukup banyak. Ada empat kandang yang menampungnya. Saat kami datang mereka sedang kelaparan dan kehausan. Ada tukang pemberi makan yang sedang menyiapkan makanannya namun beruang-beruang tersebut sudah tak sabar. Ah tak sempat menyaksikan para beruang makan si sulung sudah meminta naik gajah.

Gajahnya ada dua dan tidak di dalam kandang. Dekat gajah dan para primata ada satu kandang harimau dahan. Harimau dahan ini juga sendirian lho. Ah kasihan. Lanjut ke gajah ya, biaya naik gajah ini Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Si Tengah ketakutan dan menangis tapi akhirnya dia berani duduk diatas pelana gajah.

Di kebun binatang ini juga ada area outbound namun tidak begitu besar. Koleksi ularnya juga cuma satu. Tapi unggas cukup banyak seperti burung elang, burung hantu, burung kasuari, bangau tongtong, burung kakaktua dll. Oya kuda nil.juga ada disini tapi sayangnya juga cuma satu. Kuda Nil ini merupakan hibah dari Taman Safari indonesia lho. Landak Jawa dan musang juga menjadi koleksi kebun binatang ini.

Terakhir kami menikmati area bermain anak-anak yang sebenarnya adalah titik awal kebun binatang ini. Ada ayunan, jungkat-jungkit yang tidak ada pegangannya, tangga pelangi, prosotan dll. Para bocah cukup betah di area ini. Oya di area ini ada air mancur yang di dalamnya berisi kura-kura. Jadi nggak rugi juga ya walaupun rute kami dibalik, kalau searah jarum jam mungkin para bocah nggak mau move on dari area bermain ini

kijang cukup banyak namun hanya dia yang
difoto heheh
Jadi gimana soal isu yang disebutkan tadi? Saya coba jawab dari hasil pengamatan saya ya. Untuk binatangnya sih saya rasa cukup terawat, tidak seperti yang dibilang kalau binatang disini kurus-kurus. Tapi mungkin juga karena sudah tua maka ukurannya besar. Kandang termasuk kecil ya, padahal masih ada space yang lebar harusnya bisa dibuatkan kandang yang lebih besar agar para hewan lebih leluasa.

Koleksi binatang disini termasuk lengkap, eh iya saya lupa ada kijang dan tapir juga yang belum disebut. Banyak jenisnya namun sedikit bahkan ada yang sendiri. Saya tak bisa membayangkan bagaimana jika hewan-hewan yang sendiri itu mati tanpa ada regenerasi? Wah berkurang dong ya koleksi kebun binatangnya.

Tentang kekurangan bahan pangan bagi para binatang bisa jadi ya. Mungkin karena pengunjung nya sedikit sehingga pendapatan kebun binatang kurang mencukupi. Ah saya jadi merasa bersalah tidak ikut melestarikan keberadaan KKZ ini.

Overall tempatnya nyaman dan bersih. Terakhir yang menjadi perhatian khusus dari si Sulung adalah lukisan yang ada di pintu keluar.

"Itu seperti jerapah tapi kok kulitnya zebra ya?".

Dan pas saya perhatikan ternyata benar. Entah mau melukis apa kok bentuknya jerapah tapi kulitnya zebra hahaha.

Penasaran? Makanya main ke Kasang Kulim Zoo ya...

Rabu, 14 Februari 2018

Lindungi Anak dari Pedofilia

22.21 21 Comments

Beberapa waktu lalu media heboh dengan kasus pelecehan (diduga pedofilia) yang menimpa anak Nafa Urbach. Berawal dari komentar di foto anak yang diunggahnya di IG, Nafa merasa komentar tersebut tidak pantas dan cenderung kepada pelaku pedofilia. Bahkan pelaku juga mengirimkan gambar tak pantas memalalui PM di IG. Dari situ akhirnya pelaku yang katanya juga ngefans sama Nafa malah masuk bui. Habis serem sih ya.

Masih ingat juga kasus pedofilia yang menimpa Jakarta Internasional School? Kasus ini mencuat ke media lantaran salah seorang anak didiknya menjadi korban kejahatan pedofil yang pelakunya adalah gurunya sendiri.

Miris.

Sekolah yang seharusnya menjadi salah satu tempat yang aman bagi anak-anak kita malah menjadi tempat kejadian perkara. Guru yang seharusnya menjadi pendidik malah menjadi pelaku.

Sebagai orang tua tentu kita menjadi khawatir dengan banyaknya kasus pedofilia di Indonesia ini. Dan sebagai tindak lanjut kita perlu melakukan tindakan preventif sebagai berikut.

1. Batasi upload foto anak di medsos

Ibu-ibu zaman now banyak yang senang memfoto anaknya kemudian mengunggahnya ke media sosial, baik itu lewat instagram, facebook dan media sosial lainnya. Hati-hati kini pedofil mengincar foto anak-anak melalui media sosial.

Masih ingat kasus Nafa Urbach kan? Itu juga berawal dari posting foto anak di media sosial. Untungnya si pelaku dengan 'bodohnya' berkomentar tak pantas disitu. Nggak kebayang bagaimana kalau pedofil tersebut menggunakan tipu muslihat untuk menjerat anak-anak kita. Jadi mulai sekarang kurangi upload foto anak di media sosial. Apalagi foto-foto mereka saat mandi atau berenang.

Memposting sesuatu di media sosial yang menunjukkan bahwa kita sedang bepergian tanpa anak-anak juga rawan lho. Orang yang mempunyai niat buruk akan memanfaatkan situasi ini untuk berbuat jahat.

2. Edukasi kepada anak
Beberapa waktu lalu sekitar akhir tahun 2016 saya mendapat kiriman lagu yang syairnya seperti ini:

Sentuhan boleh sentuhan boleh
Kepala Tangan Kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang
Sentuhan tidak boleh sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Hanya diriku hanya diriku
Yang boleh menyentuh.
Katakan tidak boleh
Lebih baik menghindar
Bilang ayah ibu
Tubuhmu berharga nak
Nggak boleh sembarangan disentuh
Kalau ada sesuatu atau seseorang yang membuatmu nggak nyaman
Bilang ya sama ayah atau ibu

Lagu tersebut banyak dijadikan bahan edukasi kepada anak bahwa orang lain tidak boleh menyentuhnya dengan sembarangan. Jika anak-anak tahu hal tersebut mungkin mereka bisa menolak ketika pelaku mulai menegang bagian yang seharusnya tidak boleh dipegang.

3. Senantiasa memantau Anak

Tahu kemana anak pergi bermain di luar rumah? Coba ayah dan ibu lihat kemana mereka pergi bermain. Amankah tempatnya? Dan jika perlu pantau terus agar orang yang hendak berbuat jahat mengurungkan niatnya karena kita tak lengah mengawasinya. Jangan sampai kita menyesal kemudian setelah anak menjadi korban.

Pantau juga gadgetnya. Berikan akses yang terbatas atau dalam pengawasan orang tua. Karena kejahatan sekarang banyak yang berawal dari gagdet dan media sosial.

Masih banyak tindakan preventif lain yang bisa dilakukan oleh orang tua tapi jangan sampai terlalu over protektif juga. Kita juga harus selalu waspada dengan hal-hal yang tidak wajar di sekeliling kita. Misalnya orang baru yang sangat baik ( duh bukannya suudzon, hanya waspada) jangan dulu kita percaya kalau belum mengenalnya dengan baik.

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia.

#PostinganTematik
#BloggerMuslimah

Senin, 11 Desember 2017

Review Buku: Selaksa Cinta Bakti Ananda

23.36 42 Comments

Judul Buku: Selaksa Cinta Bakti Ananda

Penulis: Antologi alumni sekolah perempuan

Penerbit : Najmubooks Publishing

Harga: Rp 60.000 (Masa PO) Rp 75.000 (harga normal).

Cover:  Art Paper 260 gr

Finishing:  soft cover glossy

Isi:  Hvs 70 gr

Finishing blok: lem panas

Ukuran buku 14 x 21 cm

Jumlah Halaman: 376 halaman

Ukuran: A5


Kita sering mendengar ungkapan "Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah." Yang artinya kasih sayang orang tua tidak berbatas untuk anaknya sedangkan kasih anak biasanya terbatas.
Dulu kita sering marah bila orang tua mengingatkan. Yang terlalu di kekang lah, yang ketinggalan zaman lah. Coba rasakan posisi kita ada pada mereka. Pasti kita juga akan melakukan hal yang sama. Tak peduli seberapa benci seorang anak pada orang tuanya mereka akan tetap mencintai buah hatinya.

Ah kalau sudah bicara tentang orang tua, mata ini pasti menghangat. Teringat masa kecil yang nakal, bandel dan cenderung melawan. Kini baru dirasa setelah jauh dari bapak dan ibu sudah tidak ada lagi. Rasanya ingin membawa mesin waktu kembali ke masa lalu, mendengarkan nasehat mereka dan tak membuat mereka marah. Ah andai saja.

Duh malah jadi ngelantur, orang mau ngomongin buku Selaksa Cinta Bakti Ananda malah terbuai dengan kerinduan saya kepada orang tua hehehe.

Balik ke buku lah ya. Buku ini merupakan antologi dari alumni sekolah perempuan. Ada 68 penulis dan cerita di dalamnya. Satu tema yaitu tentang kasih sayang orang tua baik itu ayah, ibu bahkan ada yang menuliskan tentang mertua.

Jangan ditanya mana cerita favorit saya. Dari sekian kisah saya bolak balik berulang kali semuanya bikin saya banjir air mata. Bikin saya merasa betapa saya belum berbakti kepada kedua orang tua saya.

Yah banyak hikmah yang bisa diambil dari buku ini. Diantaranya menambah sayang kita kepada orang tua. Kedua sebagaimana kita ketahui kasih sayang orang tua tak terbatas tapi orang tua mewujudkan rasa sayangnya dengan cara yang berbeda. Ketiga mudah-mudahan yang sedang marahan dengan orang tua, yang sudah lama tidak menyapa orang tua dengan membaca buku ini akan segera sadar bahwa orang tua tengah menanti kita.

Ah mewek lagi....

Buku ini memang layak untuk dijadikan bahan bacaan sekaligus bahan renungan bagi para anak. Atau sebagai pelepas rindu bagi yang kangen orang tuanya seperti saya hiks. 


Bagi yang berminat membeli buku  ini silakan klik link berikut untuk order http://bit.ly/Order_SCBA. semoga bermanfaat.




Rabu, 29 November 2017

Bermain Asyik dengan So Good CERDIK

11.31 4 Comments
"Buk ceritain yang ini." Rengek si Sulung tiap kali melihat tumpukan bukunya. Dan biasanya akan diikutin oleh rengekan si Tengah dan kemudian si Bungsu juga ikutan nimbrung. 

Seru, asyik dan menyenangkan bisa sering-sering melakukannya dengan para bocah. Namun saya tidak bisa setiap hari melakukannya, karena pekerjaan rumah tangga banyak sekali yang harus diselesaikan. Jadilah Bapaknya anak-anak yang menggantikan bercerita. Tapi terkadang si Bapak protes karena membacakan satu buku berkali-kali atau anak-anak malah membuat buku-buku jadi berantakan. 
Anak-anak berkerumun minta diceritain menggunakan aplikasi So Good CERDIK

"Duh capek Bu, anak-anak minta diulang-ulang terus ceritanya, yang bacain capek bosan pula ceritanya itu-itu saja." Keluh suami ke saya. Saya cuma tertawa, mau bagaimana lagi namanya juga anak-anak hihihihi.
Pencet pencet

Nah beberapa waktu lalu (sudah lama sih), tidak sengaja saya menemukan informasi dari webnya KEB tentang So Good CERDIK. Saya pikir aplikasi ini mirip dengan aplikasi game anak-anak yang harus scan kartu segala macam. Tapi ternyata saya salah. Aplikasi ini ternyata bukan game tapi merupakan aplikasi dongeng. Wah pas banget nih, pikir saya.

Cerita apa lagi ya?

Tanpa pikir  panjang carilah saya produk so good yang ada kartunya, tak lupa saya juga mendownload aplikasi So Good CERDIK di Smartphone saya. Setelah saya baca CERDIK itu ternyata singkatan lho, yaitu Cerita Digital Interaktif.

Tunggu episode berikutnya ya...

Pas saya perkenalkan pertama kali aplikasi ini pada anak-anak, mereka sangat antusias. Dan seperti biasa kalau dibacain cerita, kali inipun dengan aplikasi So Good CERDIK ceritanya minta diulang-ulang terus. "Lagi Bu, lagi..." Kata mereka.

Bagaimana menggunakan aplikasi So Good CERDIK?

Aplikasi So Good Cerdik ini juga cukup mudah digunakan. Setelah diinstal di smartphone dan aplikasi dibuka maka akan muncul empat menu yaitu Mulai, Resep, Pengaturan dan Bagikan ke media sosial. 
Menu So Good CERDIK
Menu mulai digunakan untuk memulai bercerita dengan men-scan kartu So Good CERDIK. Setelah kartu di scan klik mulai cerita untuk memulai cerita, jangan lupa untuk mematikan fungsi AR. Kenapa? Sebab jika fungsi ini tidak dimatikan kita harus terus-terusan men-scan kartu sampai ceritanya habis, tapi jika menonaktifkan fungsi AR maka setelah discan cerita akan diteruskan hingga ceritanya habis untuk satu sesi tanpa perlu terus-terusan scan kartu atau membaca tanpa frame.

Pilih sesuai dengan kartu/frame yang kita miliki


Waktu pertama kali mencoba, karena tidak tahu, fungsi AR ini tidak kami matikan. Maka ketika si bocah menggoyang badan saya atau memegang kartunya maka cerita akan terhenti, baru kemudian scan lagi lanjut cerita lagi begitu seterusnya. Berbeda kalau kita matikan fungsi AR ini maka sekali scan cerita tidak akan terputus sampai berakhir. Tapi untuk memulai cerita kembali tetap harus scan kartunya terlebih dahulu ya. 
Jangan lupa matikan fungsi AR, klik tombol Mulai Cerita untuk memulai cerita

Tampilan setelah di scan, jangan lupa klik tombol panah untuk membalik halaman

So Good CERDIK ini terdiri dari tiga cerita yaitu Lala dan Singsing, Umbo Larange, dan Chika dan Chiko. Masing-masing cerita terdiri dari empat seri jadi totalnya ada dua belas kartu yang harus di kumpulkan.

Aplikasi ini tidak hanya untuk anak-anak lho, ada menu resep untuk menampilkan resep-resep pilihan dengan menggunakan bahan utama produk So Good. Pastinya menu ini sangat bermanfaat bagi orang tua untuk membuatkan menu-menu makanan para bocah yang lebih bervariasi. Resep ini akan muncul setelah kita men-scan kartu tadi, jadi sekali scan untuk dua menu yaitu Mulai dan Resep. Bedanya untuk menu mulai, setiap kali mulai bercerita harus diawali dengan scan kartu dulu sedangkan resep hanya perlu sekali scan kartu. 
Saya sudah scan dua cerita yaitu Umbo Larange part 1 dan Chika dan Chiko part 1 makanya tampilan menu resep seperti ini 
tampilan resep

Untuk menu pengaturan berisi pengaturan suara, musik dan subtitle. Mau seberapa besar volume suara dan musik bisa diatur di menu ini. Ini berguna ketika orang tua ingin menceritakan sendiri cerita dari kartu-kartu So Good CERDIK ini. Matikan suara (musik bisa tetap dihidupkan) dan orang tua bisa bercerita berdasarkan subtitle yang ada. Atau suara musiknya mengganggu dan terlalu keras? Atur saja ya. Pun jika kita tidak ingin ada subtitle di cerita ini cukup geser tombolnya.

Menu Pengaturan
Menu terakhir adalah menu bagikan ke media sosial, menu ini berguna untuk membagikan link aplikasi ini di google play di akun sosial media yang kita miliki. Bisa WA, Facebook, SMS, Telegram dan lainnya.

Aplikasi ini menurut saya juga sangat bermanfaat bagi kami sekeluarga diantaranya:
  1. Membantu orang tua bercerita/mendongeng untuk anak. Bayangkan betapa capeknya orang tua ketika anaknya meminta diulangi cerita hingga sepuluh kali hehehe. Jadi aplikasi ini cukup membantu, tinggal scan dan biarkan aplikasi yang membacakan ceritanya.
  2. Praktis dan hemat tempat. Kartu So Good CERDIK bisa dibilang buku digital, jadi penyimpanannya cukup praktis dan hemat tempat tidak seperti buku pada umumnya yang butuh rak.
  3. Waktu bermain smartphone bisa dijadikan ajang bermain bersama. Biasanya ketika saya memegang kartu So Good Cerdik ini, anak-anak akan berkumpul semua mendekati saya. Si Sulung dan si Tengah yang biasanya rebutan smartphone kini akur duduk bersama, ya walaupun kadang-kadang mereka rebutan untuk mencet. Tapi hal ini bisa sekaligus dijadikan ajang untuk belajar bersosialisasi.
  4. Resep yang ada di dalamnya sangat bermanfaat bagi orang tua untuk menyajikan menu yang bervariasi dari produk So Good.
Nah asyik kan, selain pengoperasiannya yang mudah So Good CERDIK juga memiliki banyak manfaat bagi keluarga kami. Belum koleksi kartunya? Yuk mulai berburu koleksinya dan nikmati waktu seru bersama para bocah. 

Mau tahu lebih banyak tentang So Good bisa intip disini ya http://www.sogood.id/

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Foto Bercerita So Good Cerdik