Rabu, 21 November 2018

Apa yang Akan Kamu Temukan Di Sini?

10.32 1 Comments
Blog itu ibarat restoran, pasti punya menu-menu khusus sekalipun blog dengan tema general. Seperti blog saya ini. Apalagi kemampuan manusia itu kan terbatas nggak mungkin semua bisa dikuasai, begitupun dalam menulis. Menulis memang bisa apa saja namun kalau tidak benar bisa-bisa dituduh hoax

Ada satu tips menulis yang selalu saya pegang ketika menulis yaitu menulislah yang kamu kuasai. Dan benar menulis dengan tema yang kita kuasai itu mudah. Seperti masak, kalau kita sudah menguasai resepnya dijamin mudah dan jadi, dalam artian enak ya..... Nah di blog saya yang gado-gado ini sebenarnya juga bisa ditarik menjadi beberapa tema. Seperti filosofi statistik keteraturan dalam keacakan #tsaaahhh.

Jadi apa yang bakalan kamu temui di blog ini, alias tema yang saya sukai.

1. Review

Review adalah tema yang paling saya sukai. Karena tema ini adalah tema yang paling mudah. Saya cuma perlu sedikit riset ke website si empunya produk atau malah gak perlu sama sekali. Soalnya review ini kan tergantung dari sudut pandang kita terhadap sebuah brand maupun produk.

Yang sering saya review apalagi kalau bukan buku. Paling enak me-review buku, soalnya bisa menyedot perhatian orang-orang yang mungkin sedang haus akan bacaan hehehe. Selain buku kadang saya juga me-review produk lain seperti makanan, peralatan mandi dan sebagainya. Biasanya dari sini juga penghasilan mengalir hehehe.

2. Kisah inspiratif

Banyak kisah inspiratif yang bisa diangkat untuk dijadikan tulisan. Biasanya berdasarkan pengamatan dari kejadian sehari-hari. Bahkan kenangan masa lalu bersama orang tua juga bisa dijadikan kisah inspiratif. Tapi kebanyakan kisah inspiratif yang saya tulis banyak bumbu curhatannya hehehe. Habisnya inspirasinya datang dari situ, mudah-mudahan pada tersinpirasi ya....

3. Tutorial

Saya punya hobi crafting. Dulu waktu masih memiliki banyak waktu senggang saya sering posting tutorial mulai dari flanel, manik-manik dan perca. Kemudian seiring berjalannya waktu saya mulai memisahkan blog tutorial ini ke blog lain. Namun karena kesibukan di kantor blog tersebut juga jarang update hehehe.

4. Travelling

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan. Soalnya dari kecil saya memiliki daya tahan tubuh yang rendah jadi kalau capek sedikit langsung sakit hihihi. Tapi alhamdulilah dikaruniai anak-anak yang lincah dan bugar sehingga tiap akhir pekan selalu minta jalan-jalan. Bagus juga sih buat mereka karena mengajarkan banyak hal.

Pergi jalan-jalan juga tidak harus selalu jauh lho, cukup ke kolam renang dekat rumah juga sudah seru. Nah rasanya nggak afdol kalau keseruan ini tidak dibagikan. Lagipula sekalian pamer kalau di kampung kami juga ada destinasi wisata yang seru hihihi. Nggak mau kalah nih sama yang di kota.

5. Fiksi

Ini adalah tema awal blog ini terbentuk. Saya membuat judul Hawa Kematian untuk fiksi pertama saya di blog. Berkisah tentang Aya yang mampu merasakan kematian akan mendatangi orang terdekatnya. Hawa kematian yang dirasakannya cukup membuatnya tersiksa, kelam, sedih dan sakit. Ia ingin lepas dari hal itu tapi bagaimana caranya ia tak tahu. Dan bahkan sampai sekarang saya belum menamatkan fiksi ini. Duh minta ditabok manja nih wkwkwkwk.

Kemudian saya memilih menulis flash fiction untuk ditulis biar cepat tamat. Waktu itu semangat menulis flash fiction karena ikutan grup Monday Flash Fiction yang sekarang sedang hiatus. Namun akhir-akhir ini saya juga jarang nulis flash fiction di blog, seringnya kalau dapat inspirasi saya tulis di facebook karena ternyata ada yang menantikan flash fiction saya disana hahaha #sombong.

6. Parenting

Tema ini menjadi asyik untuk ditulis ketika sudah memiliki anak. Ya iyalah ya belajar langsung praktek. Jadi ketika menemui sebuah permasalahan parenting saya akan mencoba mencari jawabannya baik lewat google, buku ataupun nasehat dari orang-orang terdekat. Hasilnya jika manjur tentu saja akan saya bagikan versi saya. Tapi tema ini juga jarang saya update di blog ini. Sudah saya update di blog khusus parenting yang rencananya akan saya TLD kan juga. Mohon doanya ya Bu Ibu mudah-mudahan dilancarkan rezekinya. Amiinn.

Nah itulah beberapa tema yang suka saya tulis karena menurut saya tema tersebut mudah, tak perlu banyak riset karena kebanyakan pengalaman pribadi juga cepat membuatnya menjadi sebuah artikel. 

Kalau kamu sukanya nulis apa?

Selasa, 20 November 2018

Ini Lho Alasanku Ngeblog

22.49 0 Comments
Kalau ditanya kenapa menulis blog, ada beberapa alasan kenapa hingga saat ini saya masih ngeblog. Memang perjalanan ngeblog tidak selalu mulus. Kadang ada saat dimana semangat saya tinggi dan banyak menulis blog, namun adakalanya juga saya bahkan tidak punya waktu walau untuk melihat blog sekalipun.

Beberapa hal yang membuat saya semangat ngeblog antara lain sedang ada ide segar, sedang ada lomba dengan hadiah menarik, banyak yang komen di postingan saya hehehe. Yah kalau ditanya mana yang paling membuat mood saya meningkat seperti naik roller coaster adalah yang ketiga ketika banyak yang komentar di postingan saya. Rasanya tuh  menjadi seseorang yang berharga, khusus untuk komentar positif ya... Selama ini sih belum pernah mendapat komentar negatif, palingan komentar spam yang langsung saya hapus.

Naik roller coaster enggak selalu naik kan ya, ada saat dimana penurunan tajam terjadi. Nah pas nulis blogpun demikian. Kadang malas ngeblog karena kalah lomba, ngambek ceritanya, terus kalau emosi sedang labil, bisa karena masalah pekerjaan atau keluarga. Soalnya kalau emosi lagi labil pasti tulisan yang ingin dibuat tuh jadi curhatan yang kadang takut kalau malah menjelek-jelekkan orang lain. Jadi kalau dalam kondisi ini saya coba tahan dulu untuk tak membuat postingan. Selain itu hal yang paling sering membuat saya nggak update postingan bahkan sekedar melihat komentar saja tidak sempat adalah ketika pekerjaan kantor sudah diujung deadline. Yah biar bagaimanapun pekerjaan utama tetap harus menjadi prioritas bukan? hehehe.

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal bahwa saya memiliki beberapa alasan untuk tetap menulis blog meskipun banyak rintangan yang juga sudah saya sebutkan. Ada tiga alasan utama saya menulis blog saat ini, yaitu terapi jiwa, sarana berbagi dan mendapatkan penghasilan hihihi.

Menulis blog bagi saya adalah terapi jiwa. Ada rasa bahagia ketika saya berhasil menyelesaikan satu tulisan, mempostingnya di blog dan kemudian membaginya di sosial media. Ketika rasa bahagia ini muncul, otak rasanya fresh lagi. Hati yang tadinya gundah gulana atau menyimpan kebencian sirna kemudian. Yang tersisa hanya rasa bahagia dan lega. Jadi yang merasa perlu terapi jiwa, coba deh nulis hihihi.

Yang kedua adalah sarana berbagi. Ya ini yang membuat semangat menulis menggebu-gebu. Yaitu sebagai sarana berbagi. Ketika apa yang kita bagikan memberikan banyak manfaat kepada orang lain, tak hanya pahala yang datang tapi juga kebahagiaan. Saya pernah menulis tentang remote AC dua tahun yang lalu, alhamdulillah sampai saat ini masih saja ada yang komentar. Kalau sudah kayak begini rasanya nggak bisa nolak untuk rajin nulis.

Yang terakhir sebenarnya bonus. Bonus atas konsistensi kita merawat blog. Yes D U I T. Lagi-lagi mata saya berbinar dan hati bahagia manakala melihat email yang menawarkan kerjasama yang ujung-ujungnya rezeki nomplok. Tapi hal ini tidak saya lalui dengan mudah. Semua ada prosesnya, yang terpenting adalah rajin-rajinlah berbagi di blog. 

Nah itulah alasan saya masih ngeblog hingga saat ini. Bahagianya luar biasa, kalau teman-teman apa alasannya ngeblog?

Selasa, 30 Oktober 2018

5 Fakta Unik Sumpah Pemuda

08.53 0 Comments



Sumpah pemuda yang selalu diperingati setiap tanggal 28 Oktober ternyata memiliki fakta unik dibaliknya. Karena sebagai bangsa yang besar kita juga perlu tahu bagaimana sejarah hari sumpah pemuda, jangan ikut upacaranya doang tapi nggak dapat pelajaran di baliknya. Atau malah nggak tahu tanggal 28 Oktober adalah hari sumpah pemuda? Hehehe.

Ya udah deh daripada prolognya panjang lebar langsung kepoin aja yuk gaes fakta unik sumpah pemuda ini.

1. Tanggal Cantik
Nyadar nggak sih kalau hari lahirnya sumpah pemuda itu tanggal cantik. Yup tanggal 28 Oktober 1928. Ada tanggal 28 dan tahun 28, apa nggak cantik tuh? Mungkin udah pada jadi rebutan buat nikahan di hari tersebut ye....hehehe. 

2. Tanggal Kongres
Sebenarnya yang kita peringati sebagai hari sumpah pemuda saat ini merupakan tanggal dilaksanakannya kongres pemuda kedua pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Tanggal terakhir kongres inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari nasional yang bukan hari libur melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati sumpah pemuda.

3. Tidak ada istilah sumpah pemuda
Ikrar sumpah pemuda yang kita baca saat ini sebenarnya adalah hasil kongres. Sewaktu dirumuskan oleh M. Yamin, ikrar sumpah pemuda tersebut sebenarnya tak berjudul. Namun atas dasar Keppres No. 316 Tahun 1959 itulah ikrar yang dibacakan pada saat kongres pemuda II itu dinamakan Sumpah Pemuda.

4. Tempat Kongres di kontrakan
Fakta unik lainny adalah tempat yang digunakan saat kongres, yang sekarang lebih dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda awalnya adalah kontrakan sekaligus sebagai tempat gerakan kepemudaan.

5. Lagu Indonesia Raya diperdengarkan pertama kali
Lagu Indonesia Raya ternyata diperdengarkan pertama kali pada saat kongres ini. Lagu ciptaan WR Soepratman ini hanya diperdengarkan musiknya saja tanpa syair karena pada saat Kongres dikawal ketat oleh tentara Belanda.

Betapa kerennya pemuda zaman dulu ya, ditengah ketidakbebasannya namun tetap bisa melakukan hal yang luar biasa. Ayo pemuda Indonesia semangat!!!!

Minggu, 28 Oktober 2018

Review Buku: Abacaga Cara Praktis Belajar Membaca Untuk Anak 4-6 Tahun

17.05 6 Comments






Judul Buku: Abacaga Cara Praktis Belajar Membaca Untuk Anak 4-6 Tahun
Penulis: Jazuli, Budiman, Tri Wahyu R.N.
Penerbit: PT Kawan Pustaka
Jumlah halaman vi+150 halaman

Saya agak gelisah ketika si Sulung tak kunjung bisa membaca. Padahal huruf sudah hafal, menulis namanya sendiri juga sudah bisa. Buku-buku membaca juga sudah dibeli, namun si bocah belum juga serius untuk belajar membaca. Hingga tahun ajaran baru tiba dan belum juga bisa membaca, padahal sepupunya yang sebaya sudah bisa membaca sejak lebaran kemarin.

Akhirnya searching-lah ke toko buku online langganan. Pilihan jatuh pada buku ini, Abacaga Cara Praktis Belajar Membaca Untuk Anak 4-6 Tahun. Alhamdulillah nggaj salah pilih, dalam waktu kurang dari sebulan perkembangan membaca si bocah cukup pesat.

Cara membaca yang digunakan dalam buku ini mengadaptasi dari cara belajar Qira'ati. Jadi membacanya langsung menggabungkan huruf vokal dan konsonan. Ada dua tahap pembelajaran dalam buku ini. Tahap pertama belajar menggunakan kartu abacaga dan tahap kedua belajar menggunakan buku abacaga. Buku abacaga sendiri terdiri dari enam bagian.
Kartu abacaga digunakan untuk mengukur kemampuan dasar anak dalam membaca. Kartu disusun sejajar dan bisa digeser-geser untuk menghasilkan kata yang berbeda-beda. Petunjuk penggunaan kartu ada di dalam buku ini di halaman empat. Waktu itu karena si sulung sudah mulai hafal huruf dan bisa menulis namanya sendiri saya urung menggunakan kartu abacaga, bahkan bagian 1 sudah bisa dilewati karena si anak memang sudah bisa.

Enam bagian yang ada dalam buku ini yaitu:
1. Mengenal abjad yang didampingkan dengan huruf vokal a
2. Pengenalan huruf vokal i pada halaman pertama didampingkan dengan contoh huruf dan suku kata yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu a.
3. Pengenalan huruf u pada halaman pertama didampingkan dengan contoh huruf dan suku kata yang sudah dipelajari sebelumnya yaitu a dan i.
4. Pengenalan vokal (a,i,u) yang didampingkan dengan konsonan.
5. Pengenalan konsonan lanjutan yang didampingkan dengan vokal e, o, dan imbuhan.
6. Pengenalan bunyi sengai, konsonan, dan vokal (huruf gabung).
Target anak menyelesaikan buku ini adalah empat bulan, namun bisa lebih cepat atau lambat tergantung kemauan dan kemampuan anak itu sendiri. Terutama kemauan, karena jika anak belum mau maka meski kita sudah membeli banyak buku namun anak masih enggan membaca maka keberhasilan juga rendah. Sebaliknya jika anak sudah mau untuk belajar maka tingkat keberhasilan akan lebih tinggi. Bahkan kadang tidak sampai enam bulan anak sudah bisa membaca.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 11 Oktober 2018

Husna di Pos-pos Bobo Junior

11.58 0 Comments
Suatu siang yang terik ketika mengantar makan siang bocah, tiba-tiba saya berteriak kegirangan, dalam hati tapi. Kalau beneran malulah sama ibu-ibu wali murid yang lain hahaha.

Apa pasal?

Saya dapat sms dari kantor pos. Sms biasa sebenarnya, hanya mengifokan pengiriman barang. Tapi yang membuat saya surprise adalah barang itu dari Bobo Junior. Yeay pasti hadiah dooong.....

Dan ternyata betul. Selang dua hari kemudian pihak kantor pos menghubungi saya perihal kiriman dari Bobo Junior ini. Kirain nama penerimanya saya ternyata atas nama Husna. Pas ditanya sama pak posnya saya bilang itu anak saya. Pak posnya melongo sayanya cuma mesam mesem. Namanya juga dapat hadiah Pak hehehe.
Tas hadiah dari Bobo Junior

Awalnya saya berniat untuk rajin mengirim rubrik pos Bobo Junior. Soalnya si sulung rajin menggambar, sementara si tengah, Husna cukup fotogenik. Jadilah si emak mengirimkan foto Husna dan gambar si Abang.

Tapi lama tidak ada kabar. Sekitar bulan Maret saya kirim tapi edisi demi edisi tidak ada tanda-tanda bakal tayang. Ya sudah mungkin belum rezeki, jadi belum layak muat. Hingga akhirnya pada bulan September baru dapat kabar bahwa hadiah sudah dikirim. Rasanya tuh kayak nemu oase di padang pasir. Cuma yang belum ada kabar ya gambar si Abang tadi. Mudah-mudahan sih bisa tayang juga ya hehehe.
Foto Husna kiriman dari ponakan

Husna tampil tepatnya di edisi 12 tahun 17. Dan berburu lah kami edisi Bobo Junior tersebut. Mulai dari pedagang majalah asongan sampai ke Gramedia. Sayang kami tidak menemukan edisi tersebut hingga sekarang. Yang di Gramedia waktu itu adanya episode 11 pun dengan pedagang majalah asongan. Sampai edisi berikutnya terbit edisi 12 tetap kosong. Tapi dapat kiriman gambar Kiya dari ponakan yang di Jakarta. Padahal bocah-bocah udah nggak sabar mau lihat di majalah langsung. Nggak apa ya nak.

Gara-gara dapat hadiah ini niat untuk sering mengirimkan rubrik pos-pos jadi kembali. Kalau nunggu lama ya berarti masih proses, namanya juga ngirim ke majalah hehehe.

Kamis, 27 September 2018

Stop Jadi Deadliner

15.31 0 Comments
Sebenarnya postingan ini sebagai reminder untuk diri sendiri. Setelah berulang kali pengalaman menohok terjadi namun tetap saja terulang. Mudah-mudahan setelah postingan ini kebiasaan deadliner saya berkurang, syukur-syukur menghilang hehehe.

Seperti kemarin, ketika ada pengumuman dari kantor bahwa akan diadakan lomba menulis, infografis dan foto. Semangatlah saya bakalan ikutan yang lomba menulis dan infografis. Kenapa lomba foto nggak ikutan? Karena saya nggak punya koleksi foto yang sesuai tema. Jadi ya ikut yang dua itu aja, lagian kemaruk banget semua lomba diikutin hihihi.

Detik demi detik berlalu. Menit demi menit berlalu. Jam demi jam berlalu. Hari demi hari berlalu. Dan hari itu saya melihat tanggal 16 September.

What?!

Deadline lomba itu dua-duanya tanggal 17. Dan di tanggal 16 saya belum punya apa-apa. Sebenarnya saya sudah membuat outline untuk tulisan, namun ternyata temanya terlalu umum jadi pembahasan melebar kemana-mana. Dan di menit-menit terakhir itulah saya mulai merubah tulisan. 

Menyempitkan tema lebih tepatnya.

Keringat dingin mulai membasahi. Bagaimana tidak? Membuat tulisan yang semacam opini itu perlu kerja keras. Perlu banyak referensi dan literatur. Dan saya saat itu, yang walaupun hari Minggu, sedang tidak libur. Saya sedang ada undangan evaluasi data Survei Antar Sensus Pertanian 2018 (SUTAS 2018).

Memang benar, the power of kepepet itu muncul. Tapi jujur saja kalau boleh memilih saya nggak mau jadi deadliner lagi, maunya jadi pelopor seperti yang sedang diterapkan eselon II di provinsi. Soalnya menjadi deadliner itu tanpa kita sadari banyak ruginya. Apa saja tu?

1. Tidak sempat selfediting ataupun meninjau ulang hasil yang telah dikerjakan.

Karena sudah mepet waktu akhirnya saya kirim itu tulisan tanpa sempat selfediting. Padahal mentor-mentor menulis saya selalu mewanti-wanti untuk melakukan selfediting. Paling tidak untuk kata-kata yang typo.

Infografis yang saya kerjakan pun tidak sempat saya tinjau ulang ataupun sekedar meminta saran perbaikan dari kolega. Pas sudah dikirim dan dilihat lagi baru deh merasa warnanya kurang hidup. Ada informasi yang kurang lengkap dan sebagainya.

2. Hasil yang terbaik sulit didapat.

Bagaimana mau mendapatkan yang terbaik kalau nulis atau bikin infografis nya saja sudah mepet waktu. Bisa jadi hasil yang terbaik itu sulit didapat karena mendesaknya waktu.

Coba ya saya bikinnya 2 atau 3 hari sebelum deadline. Mungkin bisa dievaluasi dulu baik oleh saya sendiri ataupun oleh teman-teman yang lain.

3. Jauh dari predikat juara

Ini sudah delapan puluh persen bisa dipastikan iya. gimana enggak ya? Orang point 1 dan point 2 aja sudah jelas. Gak di edit dan tidak bisa mendapatkan hasil terbaik. Dan benar saja saya tidak dapat juara hehehe.

Pelajaran berharga buat saya, ke depannya jangan jadi deadliner lagi. Harus pinter-pinter memanajemen waktu. Menjadikan menulis sebagai rutinitas dan tidak dilakukan dengan kejar tayang.
Semoga