Senin, 16 Juli 2018

Mengenal Manajemen Waktu

23.46 1 Comments
Pernah nggak sih merasa, seharian sudah sibuk kesabaran kesini eh kerjaan nggak ada satupun yang
kelar. Masakan belum jadi, rumah masih berantakan, bahkan nggak sempat mandi sepagian. Atau
malahan sebaliknya bingung mau ngapain?

Kenapa ya?

Mungkin sehari perlu ditambahi jam kalo ya 30 jam gitu. Atau sebulan perlu ditambah jadi 35 hari?

No no no.

Masalahnya bukan di berapa jam dalam sehari atau berapa hari dalam sebulan. Masalahnya adalah
kitanya yang belum pinter atur waktu. Yes itu dia!

Makanya agar bisa mengatur waktu dengan baik diperlukan yang namanya manajemen waktu.

Apaan sih manajemen waktu?

Namanya manajemen ya dimana-mana artinya sama yaitu mengelola. Nah karena diembel-embeli
dengan waktu maka yang kita kelola disini adalah waktu. Dalam manajemen waktu kita akan mengelola waktu dengan cara mengalokasikan waktu sekian jam untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Dibuat daftar hingga habis jatah jam kita dalam sehari.

Orang yang bisa mengelola waktunya dengan baik, salah satu keunggulannya adalah menghabiskan
waktu dengan efisien. Hampir tak ada waktu yang sia-sia dalam kegiatannya.

Sementara jika kita tidak memiliki manajemen waktu yang baik maka biasanya akan bingung. Ada yang bingung mau ngerjain apalagi ya habis ini? Bahkan ada juga yang bingung mau ngerjain pekerjaan yang mana dulu ya?

Yang terpenting dari manajemen waktu ini adalah catatan. Masih malas mencatat? Ayo segera buang
jauh-jauh. Karena jika rancangan waktu hanya tertuang dalam pikiran saja maka akan mudah melayang. Ini dikarenakan kapasitas otak kita yang terbatas, tidak semua hal bisa diingat dengan baik. Maka siapkan catatan apa saja yang akan dikerjakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Ih ngalah-ngalahin anak sekolah aja. Ini kayak bikin jadwal gitu ya?

Yup bener banget. Ini memang membuat jadwal apa saja yang akan kita kerjakan. Bukannya mau sama dengan anak sekolah sih, tapi sekolah sudah mendidik kita untuk menjadi orang yang disiplin bukan? Apa salahnya hal baik ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi males ah mencatat di buku. Dikira tukang kredit ntar.

Wkwkwkwk. Tenaaannnggg. Untuk bunda-bunda yang super aktif kini sudah ada yang namanya Daily Activity For Mom. Ini adalah papan dimana kita bisa mencacat kegiatan harian kita. Praktis bukan tinggal gantung di tempat yang strategis dimana kita bisa melihatnya setiap saat.



Masih malas mencacat kegiatan sehari-hari? Jangan ya....


Oya papan kece ini dan kedua temannya yang disebut superboard bisa dijadikan ladang bisnis lho. Cukup dengan modal 300 ribu saja. Monggo cus ke channel berikut  https://t.me/ModalSukses300Ribu.

#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard

Jumat, 13 Juli 2018

Pantau dan Evaluasi Target dengan Metrik Pencapaian

10.40 0 Comments

Target yang telah disusun tidak aka nada artinya apabila tidak disertai pemantauan dan evaluasi. Karena tanpa pemantauan dan evaluasi, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana target kita berada.

Misalnya kita memiliki target penghalisan dua puluh juta per bulan. Maka dalam satu hari berapa yang harus kita dapatkan? Misal hari kerja dalam sebulan adalah dua puluh hari. Maka 20 juta dibagi 20 hari sama dengan 1 juta per hari. Target 1 juta per hari kita tuliskan dalam Metrik Pencapaian hari ini.

Esoknya kita evaluasi apakah target tecapai? Misalnya tidak, dari target satu juta kita hanya mendapatkan 750 ribu. Tidak apa-apa, berarti target kemarin kurang 250 ribu. Maka 250 ribu ini kita tambahkan dalam target hari ini. Anggap ini sebagai utang target ya. Jadi target kita hari ini satu juta dua ratus lima puluh ribu (1.250.000). Begitu seterusnya jika target tidak tercapai maka jadikan utang dan tambahkan di target hari berikutnya.

Bagaimana jika realisasi melebihi target? Apakah target hari ini berkurang? Jika realisasi melebihi target misalnya kemarin kita mendapatkan 1,5 juta tidak kemudian mennjadikan target hari ini berkurang. Target hari ini tetap 1 juta. Nanti diakumulasikan di hari ke dua puluh apakah target bulanan kita tercapai atau tidak. Jika tercapai maka bisa kita naikkan target bulan berikutnya. Jika target tidak tercapai maka evaluasi lagi apakah masih ada yang salah dengan cara kita.

Metrik Pencapaian ini apakah hanya untuk memantau dan mengevaluasi target bisnis?

Tentu saja tidak. Metrik pencapaian ini selain dihgunakan untuk bisnis bisa juga untuk target kesehatan, target ibadahm target menulis dan sebagainya.

Misalnya target menulis kita 1 buku per bulan, dalam 1 buku kira-kira 150 halaman. Jika hari kerja kita 20 hari maka dalam 1 hari kita harus menulis sebanyak kira-kira 8 halaman. Caranya sama dengan contoh sebelumnya. Jika target tidak tercapai jadikan hutang, jika lebih maka target harian tetap.

Untuk lebih jelasnya bisa saksikan video dari Teh Indari berikut. Bagaimana caranya menggunakan Metrik Pencapaian ini.



Bagaimana mudah bukan cara menggunakan Metrik Pencapaian ini? Metrik ini bukan hanya bisa menjadi alat kita untuk memantau dan mengevaluasi target kita saja tapi juga target teman-teman kita alias menjadi bisnis. Bagaimana caranya? Silakan bergabung di channel berikut ya https://t.me/ModalSukses300Ribu.


Semoga bermanfaat.


#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard


Kamis, 12 Juli 2018

Menyusun Target Dengan SMART

16.29 2 Comments
Menyusun target tidak bisa sembarangan. Agar bisa tercapai kita harus menyusunnya dengan SMART. Menyusun target dengan SMART ini pertama diperkenalkan oleh George T Doran tahun 1981. George menuliskan prinsip SMART dalam Majalah Management Review edisi November 1981.

Apa itu SMART?

SMART merupakan singkatan dari Spesific, Measureable, Attainable, Realistic, Timebound.

1. Spesific

Spesific artinya khusus. Jadi target haru dibuat dengan khusus tidak secara umum. Karena target yang terlalu umum biasanya agak susah untuk dicapai.

Contohnya saya ingin punya banyak uang. Itu adalah contoh target yang masih umum. Karena memiliki banyak uang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jadi coba spesifisikkan seperti saying ingin punya bisnis.

2. Measurable

Measurable berarti dapat diukur. Ukuran ini harus dalam nilai kuantitatif yang berbentuk angka. Hal ini untuk memudahkan evaluasi atas pencapaian target yang telah ditetapkan.

Dari contoh satu, hanya spesifik namun tidak terukur. Agar terukur maka perlu ditambahi menjadi Saya ingin punya bisnis dengan omset 50 juta.

3. Attainable

Attainable berarti yang dapat dicapai. Jadi harus rasional juga dalam menentukan target dan tidak bisa asal-asalan. Kita lanjutkan contoh yang sebelumnya bahwa saya memiliki target untuk punya bisnis dengan omset 50 juta. Apakah akan tercapai? Tentu saja bisa tercapai tapi sebelum menentukan sebaiknya lihat dulu pencapaian sebelumnya. Apakah sebelumnya sudah memiliki omset minimal 20-an juta? Atau baru mulai usaha langung ingin mencapai omset 50 juta?

Bisa-bisa saja sih semua tergantung pada kemampuan kita. Mulai dari tim, media promosi dan lain sebagainya.

4. Realistic

Realistic berarti realistis, alias masuk akal. Kita harus mengetahui kekuatan yang dimiliki untuk mencapai target yang dibuat. Apakah masuk akal atau tidak.

Misalnya penghasilan dari bisnis 50 juta. Apakah 50 juta kita kerjakan sendiri atau dengan tim? Misalnya punya tim apakah 1 tim bisa tembus 10 juta dalam jangka sebulan?

Jika ya maka teruskan tapi jika tidak maka target harus diperbaiki dan dievaluasi lagi.

5. Timebound

Timebound artinya batas waktu. Setiap target harus memiliki batas waktu. Kapan akan tercapai? Misalnya omset bisnis 50 juta tadi kapan harus tercapai? Dalam waktu sebulan misalnya. Buat rentang waktunya agar jelas usaha yang harus dilakukan untuk mencapai target tepat waktu.

Menyusun target sebenarnya gampang walaupun beberapa masih menganggapnya sulit. Padahal saat ini sudah ada tools yang bisa digunakan untuk membantu mengevaluasi target, yaitu Metrik Pencapaian.


Metrik ini sangat mudah digunakan terutama untuk ibu-ibu seperti saya yang kalau anak sudah rewel maka segala yang dikepala langsung menguap hehehe. Kabar baiknya juga Metrik Pencapaian dan dua temannya Dreamborad dan Daily Activity for Moms bisa dijadikan lading penghasilan. Mau tahu caranya? Silakan gabung di channel telegram berikut ya https://t.me/ModalSukses300Ribu.



#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard

Rabu, 11 Juli 2018

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Membuat Target

16.58 0 Comments
Seperti yang sudah dibahas kemarin di postingan Jangan Takut Pada Target, maka penting bagi kita untuk membuat target. Bukankab target sebenarnya selalu mengiringi kita? Hanya saja kadang kita pura-pura melupakannya yang ujungnya akan membuat kita kecewa.
Nah agar hidup ini lebih terarah dan bahagia coba yuk kita membuat target. Masih malas? Simak alasan membuat target berikut.

1. Fokus

Sudah tahu yang menjadi target kita? Menerbitkan buku dalam waktu sebulan misalnya. Kira-kira 120 halaman untuk menerbitkan sebuah buku. Maka break down per hari menjadi 4 halaman sehari. Nah sudah ketemu target harian kita, maka kita akan dengan mudah melakukannya. Empat halaman sehari akan berada di benak kita. Awalnya ini akan menjadi kewajiban tapi empat hari kemudian akan menjadi kebiasaan.

Jadi kita akan fokus mengejarnya karena sudah jelas targetnya. Berbeda jika kita tidak membuat target dari awal. Hanya ingin membuat buku tapi kadang sehari nggak nulis sama sekali sehingga bukunya nggak keluar-keluar karena tidak fokus mengejar target.

2. Termotivasi

Punya target juga akan membuat kita termotivasi dalam mewujudkannya. Bandingkan dengan yang tidak punya target. Biasanya mereka akan lebih slow dalam hidupnya karena memang begitulah dia tidak memiliki target. Tidak tahu apa yang ingin dicapai

3.Melawan Rasa Malas

Yang ini saya pribadi setuju sekali. Ketika apa yang dikerjakan tidak tertarget maka tidak ada apa-apa yang didapat. Kita merasa sudah sibu seharian tapi satupun pekerjaan tidak selesai. Karena apa? Karena tidak punya target.

Kita sibuk tapi disela kesibukan tersebut mungkin kita banyak bersantai. Lebih banyak memegang gadget untuk bermain game daripada mengerjakan pekerjaan yang harusnya sudah selesai.Dengan membuat target setidaknya ketika kita lengah dan membaca target maka rasa mala situ akan pergi.

4. Tujuan hidup yang lebih jelas

Kami ditertawakan seorang teman ketika mentargetkan bahwa besok desain rumah kami seperti ini dan itu. Dia bilang ah nggak mungkin hanya mimpi. Tapi rupanya Allah menjawab doa kami, beberapa bulan kemudian kami mendapatkan rezeki yang tidak disangka dan bisa mewujudkan impian dan target yang sudah ditetapkan.

Memang tidak semua orang akan mengalami hal yang semidah itu. Namun setidaknya ketika memiliki target tujuan hidup kita jelas, apa yang ingin kita raih jelas. Dan apa yang harus dilakukan akan terurai satu persatu. Berbeda ketika tidak memiliki target, mau begini saja ya nggak pa-pa mau lebih baik ya syukur tapi begitu nasib menjadi lebih buruk dia akan langsung berputus asa.

5. Aktualisasi dari rasa percaya diri

A: Apa targetmu setahun ke depan?

B: Saya mau sekolah ke luar negeri.

C: Eeeengggg….hmmmm apa ya?

Melihat B dan C jelas berbeda. B adalah orang yang memiliki target. Kesan percaya diri nampak padanya. Sedangkan C yang tidak memiliki target hanya bingung tak bisa menjawab. Dan tentu saja orang-orang lebih respect kepada mereka yang memiliki target jelas. Bahkan bospun akan lebih saying kepada anak buahnya yang selalu memiliki target dalam pekerjaannya.

Bagaimana masih malas membuat target?

Bagaimana jika dibantu dengan Metrik Pencapaian ini? Pasti lebih mudah dan menyenangkan bukan?


Nah untuk ibu-ibu yang suka bisnis, Metrik Pencapaian dan dua temannya yang disebut superboard ini bisa jadi bisnis lho. Untuk info bisnisnya bisa gabung di sini ya https://t.me/ModalSukses300Ribu.


#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard


Selasa, 10 Juli 2018

Jangan Takut Pada Target

15.10 0 Comments

Kebanyakan orang masih ada yang takut membuat target. Jawabannya rata-rata takut target tidak tercapai. Takut dibilang sok-sokan bikin target tapi tidak ada realisasinya. Takut dicemooh teman-temannya. Bahkan ada yang punya slogan hidupa ya mengalir aja.

Padahal disadari atau tidak setiap hari kita dihadapka pada target. Misalnya untuk ibu rumah tangga seperti saya mulai dari bangun pagi saya sudah punya target untuk bangun di jam 5. Mentargetkan memasak sarapan sekian menu dalam tenggat waktu sekian menit. Kemudian mengurus anak-anak dan seterusnya hingga istirahat malam.

Eh tunggu…bukannya target hanya untuk pebisnis?

Jangan salah, target bukan hanya untuk para pebisnis, tapi juga emak-emak dasteran kayak kita eh saya, para pekerja kantoran, anak sekolah, pokoknya semua orang harus punya target. Makanya kita nggak boleh takut sama target, karena target inilah yang akan menuntun kita melakukan apa-apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.


Pegawai negeri misalnya, yang selama ini memiliki stigma negatif di masyarakat juga memiliki target lho. Contohnya Badan Pusat Statistik memiliki target untuk menerbitkan buku dengan judul tertentu pada tanggal 17 Agustus 2018. Target ini juga menjadi acuan bagi Kementerian PAN dan RB untuk memberikan penilaian kepada BPS. Sehingga aparaturnya harus bekerja keras demi mewujudkan target yang telah ditetapkan.

Anak sekolah juga memiliki target. Mulai dari target masuk sekolah sebelum jam tujuh atau setengah delapan. Kemudian di sekolah target selama satu semester sudah harus menguasai pelajaran tertentu hingga bab sekian. Nah hasil akhirnya adalah nilai yang menentukan si anak lulus/naik kelas.

Jadiiii serem nggak target itu?

Enggak kan ya…. Jadi nggak perlu takut lah sama target, karena sesuatu yang tertarget itu akan lebih mudah kita ukur. Jika tercapai berarti sudah sesuai antara yang dilakukan dengan target yang dinginkan. Jika belum berarti ada yang perlu kita benahi entah itu cara kerja/pelaksanaan dan target itu sendiri.

Saat ini sudah ada alat yang memudahkan kita dalam pencapaaian target ini lho. Namanya Metrik Pencapaian yang dikeluarkan oleh Indscript Creative. Cara pengisianyapun sangat mudah dan bisa digunakan berulang. Ini nih kayak gini penampakannya.

Buat ibu-ibu yang juga pengen berbisnis bisa banget lho menjual Metrik Pencapaian ini dengan modal tiga ratus ribu saja. Yang kepo bisa intip di sini ya https://t.me/ModalSukses300Ribu.


#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard




Senin, 09 Juli 2018

Mengejar Mimpi dengan Target

15.21 0 Comments

Masih bahas mimpi ya… Memang hal yang yang satu ini bakalan panjang kalau dibahas. Rasanya juga nggak afdol setelah menyusun mimpi terus nggak dibahas bagaimana cara mencapainya. Disini saya banyak belajar dari The Indari Mastuti founder dan CEO Indscript Creative.

Nah seperti yang sudah dibahas di postingan sebelumnya, untuk mencapai mimpi diperlukan target dan ukuran yang jelas. Misalnya nih saya punya mimpi untuk berangkat umroh tahun depan. Dari sekarang saya sudah harus menghitung berapa pengeluaran yang saya perlukan untuk berangkat umroh plus perkiraan inflasi ya, takutnya tahun depan biayanya nambah.

Dari hasil googling saya dapatkan bahwa untuk umroh dengan fasilitas VIP adalah sebesar Rp. 28 juta. Dari biaya ini saya bulatkan menjadi Rp 40 juta, ini sebagai tambahan mana tahu harga naik, uang saku dan biaya oleh-oleh.

Wah banyak ya darimana dapat biaya sebanyak ini dalam waktu setahun?

Tenang… kita bisa mencoba menabung untuk mewujudkan impian ini. Nah agar tidak terlalu berat yuk kita coba mem-breakdown nya per bulan hingga per hari.

Pertama kita bagi dulu 40 juta/tahun tadi menjadi bulan jadi 40 juta dibagi 12 kita dapatkan sekitar 3,3 juta. Dibulatkan saja menjadi 3,5 juta ya. Kemudian bagi lagi ke dalam hari. Misalnya sebulan kita anggap 20 hari kerja maka kita dapatkan 175 ribu per hari. Itu yang harus disisihkan per hari agar tahun depan kita bisa berangkat umroh.

Target ini harus dipantau agar kita tahu sampai mana progress target kita. Misalnya hari pertama kita tidak bisa menabung sebanyak 175 ribu tapi hanya 100 ribu. Nah sisi 75 ribu ini harus dimasukkan ke target hari berikutnya sehingga hari kedua target kita bertambah 175+75 = 250. Sehingga hari kedua kita harus menabung sebanyak 250 ribu rupiah. Jika target tidak tercapai lagi maka kekurangannya harus ditambahkan.

Pencatatan ini yang kadang kita males ya… Nah kabar baiknya indscript punya solusi mudah untuk pengisian matriks pencapain ini. Template sudah ada tinggal isi menggunakan spidol, bisa dipakai ulang juga lho tiap bulan. Pokoknya praktis banget.

Eh iya masih ada kesempatan ya untuk ibu-ibu yang ingin punya bisnis modal tiga ratus ribu dari berjualan superboard silakan ya bergabung ke channel berikut https://t.me/ModalSukses300Ribu.

#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard